Rabu, 31 Oktober 2007

Tak Lebih Dari Manusia Biasa

Aku berkata
Mereka manusia
Selayaknya bertingkah sama
Tak perlu penghambaan yang lebih
Karena...
Mereka manusia
Selebihnya...
Mereka punya posisi khusus
Yang layak dibanggakan untuknya
Dan demi pencapaian kemanusiaannya
Semua berharap sama
Semua memiliki keinginan yang tak berbeda
Terlebih aku yang berkata
Aku harus lebih dari mereka

Jiwa Tunggal

Pertama berlaku tak seperti awal
Perlakuan menuju pada kearifan
Bertindak akan ketiadaan
Tersendat pada sekumpulan manusia
Yang semua tak berpihak akan keindahan
Dan
Angin panas menyentuh manusia sendiri
Tuk hadapi jiwa bersama
Menanti semua bertatap muka

Senin, 22 Oktober 2007

Pertemuan Setelah Perpisahan

Hentakan jiwa jika bertemu
Ledakan hati tuk menyatu
Namun...
Lagu tak dapat menghantarkan
Anginpun tak dapat menyampaikan
Semua hanya dapat melalui raga
Pertemuan jiwa yang bersama
Merangkul erat
Tuk kembalikan diri menjadi suci
Tuk jadikan diri terus akrab abadi
Keajaiban
Jangan kau menghilang
Tak ingin ku ada yang merenggutnya
Karena jiwa dapat kokoh
Dengan tumbuhnya keajaiban

Desakan Pikiran

Salah satu tindakan aneh ku
Dialah menjadi pemicu
Tak berpikir lama
Selalu tiba-tiba
Dan melupakan sebab akibat
Untuk kehidupan kemarin, sekarang, dan akan datang
Selamat memasuki dunia baru
Di mana semua mata tertuju pada satu
Semua tindakan berlaku tuk semua
Tentukanlah niat
Satukanlah tekad
Jika hanya untuk mereka
Maka...
Matilah kau diri...
Tapi...
Jika tertuju hanya untuk ALLAH
Kau pastinya mendapat keredhoan dari-Nya
Dan yang pastinya...
Ketenangan jiwa telah akan kau raih

Sabtu, 20 Oktober 2007

Harapan di Akhir Waktu

Harapan terus menjunjung
Melampaui terbatas raga
Melemah walau dia jauh
Mencari di penghujung waktu
Berharap perubahan terlaksana
Berharap terjadinya pembaharuan
Jiwa tak lekang dimakan zaman
Walau tak ditopang kokohnya raga

Perjalananku Dengannya

Berkataku padanya
Jadilah kau lebih baik
Namun tak terduga
Ia terdiam tak bertindak
Terpaku akan ucapan
Walau pergerakan yang sama tergelar
Usaha tak dapat sekaligus terhasilkan
Meruntuhkan perasaan tenang

Perusak Masa

Ketika kezaliman merajalela
Diripun tak jua membendungnya
Sekelebat peluang menyeruak
Bingung tuk tentukan arah
Langkah tunggal terasa dilaksanakan
Ingin merengkuhnya
Namun...
Sang pelaku kezalimanlah sebagai pemicu
Menuju jalan perpecahan

Pandangan Hidup

Dulu aku berharap semua kan menyatu dalam kenangan manis
Bergerak tak indahkan siang menyangat
Walau kadang dingin malam menusuk tulang iga
Tapi...
Semua telah pergi
Semua telah berlalu
Dan yang pasti
Semua tak sesuai harapan
Harus kuhadapi hari
Dengan menyongsong hari esok
Tak kulihat kembali hari kemarin
Karena semua akan menjadi penyesalan
Biarlah...
Berusahalah...
Lakukanlah yang terbaik hari ini

Dariku untukmu

Ingin kuucapkan terima kasih pada tiap insan
Namun apa daya keterbatasan melampaui
Ingin kuucapkan maaf pada tiap jiwa
Namun hembusan angin tak dapat beriringan menyampaikan
Biarkan diri bertindak
Ku hanya ingin terbaik untuk diriku
Juga untuk mereka
Tanpa ada noda yang menyertai

Memasuki Perubahan Dunia

Perubahan tampak
Tak sama dengan sebelumnya
Hati terasa kaku
Keras membeku
Sulit mencairkan suasana
Apalagi beramah tamah
Sangat tertolak diri tuk berlaku
Walau diri sangat ingin tuk melakukannya
Namun tak dapat dukungan dari mereka
Mereka menilaiku aneh
Mereka menganggapku tak baik
Mereka menganggapku bodoh
Dalam menyikapi kehidupan dunia ini
Akankah aku keluar lagi
Dan...
Dalam waktu yang lama aku tak kembali?
Ataukah aku harus di sini
Merubah keadaan gersang ini?
Tunjukilah ku pada jalan kebenaran ini
Agar ku terus dapat menikmati kesejukan cahaya itu
Karena Kau...
Maha Pemberi Petunjuk
Lagi Maha Pemberi Kasih dan Sayang
Kaulah Robb ku...
Ya ALLAH SWT...

Saat Khilafnya Menyeruak

Dia berkata ada yang tahu
Dia berkata ada yang faham
Dia berkata ada yang mengajarkan
Namun dia tak mengerti mengapa ada penyimpangan
Mengapa ada kejahatan
Dia lupa...
Sesungguhnya dia manusia
Tempat lupa dan khilaf
Sesempurna apapun ia di matamu
Ingatlah... teman...
Dia hanyalah manusia...
Namun terlepas dari itu...
Kebaikannya janganlah kau lupakan,, teman...
Saat semua mencibirnya
Seharusnya kau mendekatnya
Tanyakan ada apa gerangan
Jika kau memang benar-benar peduli
Kuingin kau tak ikut mencibirnya
Karena ku tahu
Kau tak sejahat mereka
Kau tak seburuk mereka
Karena ku tahu
Kau faham implikasi tindakan itu

Keindahannya

Terus membayangi diri
Terus nampak di depan mata
Mereka tersenyum dengan sangat manis
Mengulurkan tangannya yang hangat
Mejabat tanganku dengan erat
Memeluk diri dengan penuh kasih sayang
Tertawanya yang sangat membahagiakan diri
Tetaplah indah di mataku
Tetaplah kau di hatiku
Tetaplah kau jadi kenangan manisku
Karena kau ku dapat meraih cahaya itu
Tentunya akan kehendak Sang Penentu
Hingga tak rela ku melepaskan hangatnya cahaya itu
Karena kau
Adalah Sahabatku

Belahan Hatiku

Mereka adalah tantanganku
Mereka adalah ladang ku tuk menjadi lebih baik
Walau terus awan panas merusak benih yang kutebar di atasnya
Terus...
Dan terus ku tak menghentikan langkahku
Ku yakin mereka akan merasakan kenikmatan yang kurasa
Walau aku pun belum menjadi yang terbaik
Tapi apalah salah jika ku berusaha
Karena ku yakin Ia Maha Adil
Tak melupakan keringat hamba-Nya
Apalagi usaha tuk mendekat pada-Mu
Sebagai baktiku pada-Mu dan pada mereka
Bentangkanlah tanganku
Sambutlah keindahan ini
Rengkuhlah senja merah nan indah itu
Tuk songsong kegelapan di malam hari kelak

Pahlawan Jiwa

Caci maki tertular indah
Kekerasan dalam merajalela dalam berkata
Mampu diri tuk membendung
Dan seringnya diri terus terhanyut
Tak ingin diri mengikuti arusnya
Diri inginkan tuk jadi penahan derasnya aliran
Agar sang insan tak mati terhanyut derasnya aliran

Penelusuran Takdir

Ingin ku hidup lebih lama lagi
Dengan adanya kedamaian di hati
Juga kesejukan di sekitar yang menyertai
Tapi...
Apalah daya diri
Semua tak mampu ku ketahui
Semua rahasia Ilahi
Diri hanya wajib mentaati
Tanpa adanya pertentangan dalam menyikapi
Semoga diri
Terus menggapai ridho Ilahi...

Maafkanku Teman

"Kenapa, ada masalah?
Tentang keluarga?
Masalah pribadi?"
Terus dia memperhatikan diri
Dia faham diri tak sedang ceria
Dia tahu diri menghadapi aral hidup
Tapi maaf teman
Diri hanya bisa menjawab
"tidak ada apa-apa kok"
Disertai senyum getar diri
Yah...
Diri tak ingin kau terbebani
Karena kau sahabatku
Kau harus terus semangat
Tak ingin kau pandang diri dengan rasa iba
Namun dia dengan penuh rasa kasih sayang sebagai seorang sahabat
Terus menguatkan diri
Berkata dengan penuh hikmah
Terima kasih teman...
Kau tidak berubah
Kaulah sahabat sejatiku
Cinta dan kasih sayang persaudaraan kita tertuju hanya untuk ALLAH SWT

Pertemuan Kembali

Tak terduga semua sangat pahit
Walau secara tampak terlihat manis
Tak terduga hasil itu sulit dicapai
Yang diduga hanya dengan satu uluran tangan
Di tempat yang agung itu
Dia bercerita...
Semua penuh air mata
Semua penuh kesendirian
Semua penuh dengan rasa tak bersemangat
Tetapi dia memilih arah jalan yang terang
Itulah yang patut ku syukuri
Tak menuju kekufuran
Hingga saat ini
Kau tidak manja
Kau tidak sering mengeluh
Terlebih kau sangat tegar dewasa ini
Teman...
Hikmah perpisahan telah nampak satu per satu pada kita
Memang Sang Maha Kuasa telah memberi yang terbaik untuk kita