Berlalu namun tak ada jejak
Semua menghilang tak berkesan
Rabu, 27 Oktober 2010
Selasa, 19 Oktober 2010
Semangat
Tinggalkan hati yang galau
Aku tak ingin itu akan berulang
Tapi semua menyeruak
Bagai gelombang di saat pasang
Tinggalkan hati menuju jiwa bersih
Bersama langkah yang tak akan berpenghujung
Aku...
Kembali pada hati nurani kemanusiaan
Semasa jiwa bertahta di bumi
Perjuangan adalah sahabat terbaikku...
Selalu teriakkan, Semangat...!!!!
Aku tak ingin itu akan berulang
Tapi semua menyeruak
Bagai gelombang di saat pasang
Tinggalkan hati menuju jiwa bersih
Bersama langkah yang tak akan berpenghujung
Aku...
Kembali pada hati nurani kemanusiaan
Semasa jiwa bertahta di bumi
Perjuangan adalah sahabat terbaikku...
Selalu teriakkan, Semangat...!!!!
Senin, 18 Oktober 2010
Tak Bisa Diratapi
Apa yang ku hendak
Tak ada dalam langkah
Apa yang ku ucap
Tak ada dalam ulah
Hanya bertahta pada keacuhan
Tak hendak untuk meraung
Namun, hati terus tak berujung
Aku tak mengenal
Dan...
Aku tak memahami
Semua buta
Hitam dan berkabut kelam
Tuntunan dan sinar
Berada pada ujung pelanduk
Yang tajam
Dan Penuh dengan duri
Entah....
Apakah lelah mendahului semangat berapi-api ini?
Tak ada dalam langkah
Apa yang ku ucap
Tak ada dalam ulah
Hanya bertahta pada keacuhan
Tak hendak untuk meraung
Namun, hati terus tak berujung
Aku tak mengenal
Dan...
Aku tak memahami
Semua buta
Hitam dan berkabut kelam
Tuntunan dan sinar
Berada pada ujung pelanduk
Yang tajam
Dan Penuh dengan duri
Entah....
Apakah lelah mendahului semangat berapi-api ini?
Kamis, 07 Oktober 2010
Kenangan
Bertahta dalam dusta
Tak menentu apa yang hendak dicapai
Semua menunjukkan emosi juang yang berapi-api
Tapi...
Semua semu
Semua memuakkan
Aku menjadi tak mengerti
Aku tak tertarik dengan konflik
Tolong aku
Aku...
Aku tak ingin semua menjadi merah padam
Aku ingin semua kembali ceria dan tertawa
Mengenang masa indah adalah penghiburku saat ini
Selasa, 13 Juli 2010
Hitam
Entah
Aku benar-benar tak memahami
Semua buta
Semua hitam
Aku tak mampu berkata
Seolah dibungkam
Dalam kebimbangan
Aku yang lalu lalang
Tak tahu hendak ke mana
Aku yang labil
Tak mengerti arti diri
Aku berkehendak namun tak berbicara
Aku memikirkan namun sulit menemukan pemecahan
Aku rindu namun tak tersampaikan
Aku tersenyum namun tak terlihat
Aku benar-benar tak memahami
Semua buta
Semua hitam
Aku tak mampu berkata
Seolah dibungkam
Dalam kebimbangan
Aku yang lalu lalang
Tak tahu hendak ke mana
Aku yang labil
Tak mengerti arti diri
Aku berkehendak namun tak berbicara
Aku memikirkan namun sulit menemukan pemecahan
Aku rindu namun tak tersampaikan
Aku tersenyum namun tak terlihat
Senin, 12 Juli 2010
Mimpi
Aku telah lelah bermimpi
Hingga aku terus terjatuh
Dan tersungkur
Karena mimpi
Aku tak dapat berdiri
Hingga terkadang aku hanya menatap kosong
Tanpa tahu arti hidup hakiki
Karena mimpi
Aku tak pernah menyadari siapa diri ini
Dan…
Mengapa orang-orang sekitar di sini
Karena mimpi
Aku tak pernah tahu kenyataan
Hanya fatamorgana yang ku tatap
Tanpa tahu hidup itu apa
Semua punya mimpi
Tapi tidak seperti mimpiku
Karena mimpi
Aku tak sanggup untuk bangun dan berlari
Karena aku selalu bermimpi
Hingga aku terus terjatuh
Dan tersungkur
Karena mimpi
Aku tak dapat berdiri
Hingga terkadang aku hanya menatap kosong
Tanpa tahu arti hidup hakiki
Karena mimpi
Aku tak pernah menyadari siapa diri ini
Dan…
Mengapa orang-orang sekitar di sini
Karena mimpi
Aku tak pernah tahu kenyataan
Hanya fatamorgana yang ku tatap
Tanpa tahu hidup itu apa
Semua punya mimpi
Tapi tidak seperti mimpiku
Karena mimpi
Aku tak sanggup untuk bangun dan berlari
Karena aku selalu bermimpi
Sisa Waktu
Aku tak akan berkata sebelum terbuka
Aku tak akan berduka karena tak bersahaja
Namun, aku akan terluka jika tak bersama
Jiwa…
Diamkanlah hati ini
Jangan biarkan diri ini mencaci maki
Jangan biarkan hati ini terus terlukai
Aku telah lelah menangisi dan meratapi
Aku hanya bisa seperti ini
Tanpa bisa menjalani
Sampaikanlah pesan ini
Walau hanya dalam mimpi
Aku tak akan berduka karena tak bersahaja
Namun, aku akan terluka jika tak bersama
Jiwa…
Diamkanlah hati ini
Jangan biarkan diri ini mencaci maki
Jangan biarkan hati ini terus terlukai
Aku telah lelah menangisi dan meratapi
Aku hanya bisa seperti ini
Tanpa bisa menjalani
Sampaikanlah pesan ini
Walau hanya dalam mimpi
Kamis, 08 Juli 2010
Stuck
Aku tak dapat berkata dan bertindak saat ini
Aku terlalu bergantung pada seseorang yang membuatku tak berkutik
Aku yang terlalu berharap pada satu
Aku tak dapat membayangkan diri menjadi apa nanti
Entah…
Sampai kapan diri ini akan terus melanglang buana seperti ini
Tak dapat berpijak pada dunia nyata
Aku hanya dapat menerawang dan terus bermimpi tiada henti
Ingin ku hentakkan diri ini
Agar impianku itu segera berhenti
Namun apa daya, aku tak sanggup
Aku hanya terduduk dan tak mampu untuk menghentikan semua ini
Aku yang terus meratapi nasib diri
Tanpa seorang pun tahu akan tersiksa batin ini
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya
Aku ingin membebaskan diri dari semua kekangan yang ada
Kembali lagi, aku bermimpi
………
Ayo bangun…
Bangun….
Bangun….
Sadarkan dirimu dalam kehidupan ini
Walau kau bukan robot, tapi kau ditakdirkan untuk menjadi robot
Tersenyum walau ada sayatan perih dalam hatimu
Bekerja walau kau tak tahu apa tujuan dari yang kau lakukan
Uang, hanya seonggok yang menjadi momok dalam hidup
Tuhan, hanya kepada-Mu aku menyatakan ini semua…
Sekali lagi, tak ada yang tahu….
Aku terlalu bergantung pada seseorang yang membuatku tak berkutik
Aku yang terlalu berharap pada satu
Aku tak dapat membayangkan diri menjadi apa nanti
Entah…
Sampai kapan diri ini akan terus melanglang buana seperti ini
Tak dapat berpijak pada dunia nyata
Aku hanya dapat menerawang dan terus bermimpi tiada henti
Ingin ku hentakkan diri ini
Agar impianku itu segera berhenti
Namun apa daya, aku tak sanggup
Aku hanya terduduk dan tak mampu untuk menghentikan semua ini
Aku yang terus meratapi nasib diri
Tanpa seorang pun tahu akan tersiksa batin ini
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya
Aku ingin membebaskan diri dari semua kekangan yang ada
Kembali lagi, aku bermimpi
………
Ayo bangun…
Bangun….
Bangun….
Sadarkan dirimu dalam kehidupan ini
Walau kau bukan robot, tapi kau ditakdirkan untuk menjadi robot
Tersenyum walau ada sayatan perih dalam hatimu
Bekerja walau kau tak tahu apa tujuan dari yang kau lakukan
Uang, hanya seonggok yang menjadi momok dalam hidup
Tuhan, hanya kepada-Mu aku menyatakan ini semua…
Sekali lagi, tak ada yang tahu….
My Papa
Kulihat ada tanda ketegaran dalam raut mukanya yang tak lagi muda itu walau dengan sedikit erangan menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Yah, kali ini ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit ini. Ia kali ini menyerah dengan meminta pertolongan orang yang ada di sekitarnya. Selama ia hidup ia tidak pernah cerewet dengan apa yang ia peroleh, baik itu hal yang menyenangkan maupun yang menyakitkan sekalipun.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
My Papa
Kulihat ada tanda ketegaran dalam raut mukanya yang tak lagi muda itu walau dengan sedikit erangan menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Yah, kali ini ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit ini. Ia kali ini menyerah dengan meminta pertolongan orang yang ada di sekitarnya. Selama ia hidup ia tidak pernah cerewet dengan apa yang ia peroleh, baik itu hal yang menyenangkan maupun yang menyakitkan sekalipun.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
Hancur
Sudah cukup sampai di sini saja
Aku tak akan menjumpai kembali
Karena semua telah usai
Aku tak ingin kembali
Namun, aku tak bisa mengucapkan selamat tinggal
Mengapa ini terjadi
Aku tak pernah mengetahui
Sudahlah
Aku tak akan mengirimnya sebuah pesan
Pesan selamat tinggal
Karena aku tak mampu berucap
Dan
Aku tak ingin meninggalkan
Sudah cukup sampai di sini
Karena aku telah lelah menunggu
Aku tak akan menjumpai kembali
Karena semua telah usai
Aku tak ingin kembali
Namun, aku tak bisa mengucapkan selamat tinggal
Mengapa ini terjadi
Aku tak pernah mengetahui
Sudahlah
Aku tak akan mengirimnya sebuah pesan
Pesan selamat tinggal
Karena aku tak mampu berucap
Dan
Aku tak ingin meninggalkan
Sudah cukup sampai di sini
Karena aku telah lelah menunggu
Senin, 21 Juni 2010
My Pal
Baru…
Yah…
Aku baru tersadar
Kisah di balik kehidupan ini
Semua ternyata palsu
Tak ada yang dapat dipertaruhkan maupun dipertahankan
Bahkan makin menjadi-jadi dalam keluputan
Tak ada lagi
Semua memang tak ada
Karena semua semu
Tak berbekas maupun bersisa
Aku telah terhanyut
Dalam prasangka yang hanya menggembirakanku
Aku hanya berekspresi untuk ku sendiri
Aku hanya beristilah dengan seorang diri
Semua hampir mereda
Namun kembali berapi-api
Kobaran yang tak akan pernah padam
Karena memang tak berujung
Akulah penyulutnya
Maka, akulah yang harus memadamkan
Kehidupan rumit tak ku inginkan
Namun, entahlah…
Semua muncul tiba-tiba dan sulit untuk menghilang
Hanya kehendak Tuhan yang akan dijalankan dalam kehidupan
Aku tak akan berulah lagi…
Asep Pal-
Yah…
Aku baru tersadar
Kisah di balik kehidupan ini
Semua ternyata palsu
Tak ada yang dapat dipertaruhkan maupun dipertahankan
Bahkan makin menjadi-jadi dalam keluputan
Tak ada lagi
Semua memang tak ada
Karena semua semu
Tak berbekas maupun bersisa
Aku telah terhanyut
Dalam prasangka yang hanya menggembirakanku
Aku hanya berekspresi untuk ku sendiri
Aku hanya beristilah dengan seorang diri
Semua hampir mereda
Namun kembali berapi-api
Kobaran yang tak akan pernah padam
Karena memang tak berujung
Akulah penyulutnya
Maka, akulah yang harus memadamkan
Kehidupan rumit tak ku inginkan
Namun, entahlah…
Semua muncul tiba-tiba dan sulit untuk menghilang
Hanya kehendak Tuhan yang akan dijalankan dalam kehidupan
Aku tak akan berulah lagi…
Asep Pal-
Ragu
Suara Hati
Hingga sampai jeritan ini bergelora
Menyeruak dalam terbitan suara angin yang menderu
Terbenam bersamaan teriknya angin neraka
Yang makin membawa pada keresahan
Tanda
Aku tak mengerti semua ini
Aku tak mampu memahami perjalananmu
Aku bercengkrama
Dan aku tersenyum
Namun aku tak bercerita
Menatap hari adalah keindahan
Bagi sang pemimpi
Namun kegelapan bagi mereka yang buta
Aku… aku tak mengerti aku…
Aku tak memahami aku
Aku tak tahu siapa aku
Waktu mundur
Namun tak mungkin
Waktu berlari namun tak dapat dikejar
Waktu berhenti
Namun sia-sia
Aku terus memaksa
Keraguan ini terus menghilang
Aku terus berharap cahaya datang menuju kesucian
Aku tak ingin menyerah
Namun aku merasa tak sanggup
Aku tak ingin berhenti
Namun aku tak berdaya
Yah… Perjalanan ini sangat panjang
Hingga sampai jeritan ini bergelora
Menyeruak dalam terbitan suara angin yang menderu
Terbenam bersamaan teriknya angin neraka
Yang makin membawa pada keresahan
Tanda
Aku tak mengerti semua ini
Aku tak mampu memahami perjalananmu
Aku bercengkrama
Dan aku tersenyum
Namun aku tak bercerita
Menatap hari adalah keindahan
Bagi sang pemimpi
Namun kegelapan bagi mereka yang buta
Aku… aku tak mengerti aku…
Aku tak memahami aku
Aku tak tahu siapa aku
Waktu mundur
Namun tak mungkin
Waktu berlari namun tak dapat dikejar
Waktu berhenti
Namun sia-sia
Aku terus memaksa
Keraguan ini terus menghilang
Aku terus berharap cahaya datang menuju kesucian
Aku tak ingin menyerah
Namun aku merasa tak sanggup
Aku tak ingin berhenti
Namun aku tak berdaya
Yah… Perjalanan ini sangat panjang
Kamis, 04 Februari 2010
Rindu Hati
Dalam mencari kehidupan
Aku tersedu
Dalam mencari kesucian
Aku tersakiti
Dalam mencari hakikat diri
Aku tetap terpuruk
Dimanakah fitrah diri
Apakah ia akan muncul tiba-tiba kembali
Aku tetap merindukan kedamaian jiwa
Kehangatan sapaan lembut
Kediaman yang tetap tak hilang oleh keruhnya kehidupan
Saat ia akan kembali
Aku tersedu
Dalam mencari kesucian
Aku tersakiti
Dalam mencari hakikat diri
Aku tetap terpuruk
Dimanakah fitrah diri
Apakah ia akan muncul tiba-tiba kembali
Aku tetap merindukan kedamaian jiwa
Kehangatan sapaan lembut
Kediaman yang tetap tak hilang oleh keruhnya kehidupan
Saat ia akan kembali
Selasa, 26 Januari 2010
Apalah Arti Aku
Apalah arti aku
Aku yang serasa tak bernyawa
Membunuh semua rasa kemanusiaan
Mencerca semua yang terlihat
Aku telah mati jiwa
Tak mempunyai manusia dalam manusia
Tak sempurna jauh dari kesempurnaan
Aku yang hanya merindu dan mengharap
Tak mampu untuk bertindak dan berlaku
Aku tak mampu untuk merubah
Semua terasa jauh dari kenyataan
Aku menginginkan pembelaan
Bukannya cercaan ataupun hinaan
Aku yang menginginkan pengabdian dan kepeduliaan
Bukannya Diam dan hanya berkata tanpa tindakan peduli
Manusia, inilah aku Sang Pendusta
Terus memunafikkan diri menuju jurang terjal
Manusia, mohon ampunan diri ini padamu
Semoga perjalanan ini berakhir dengan indah
Aku yang serasa tak bernyawa
Membunuh semua rasa kemanusiaan
Mencerca semua yang terlihat
Aku telah mati jiwa
Tak mempunyai manusia dalam manusia
Tak sempurna jauh dari kesempurnaan
Aku yang hanya merindu dan mengharap
Tak mampu untuk bertindak dan berlaku
Aku tak mampu untuk merubah
Semua terasa jauh dari kenyataan
Aku menginginkan pembelaan
Bukannya cercaan ataupun hinaan
Aku yang menginginkan pengabdian dan kepeduliaan
Bukannya Diam dan hanya berkata tanpa tindakan peduli
Manusia, inilah aku Sang Pendusta
Terus memunafikkan diri menuju jurang terjal
Manusia, mohon ampunan diri ini padamu
Semoga perjalanan ini berakhir dengan indah
Langganan:
Postingan (Atom)
