Sabtu, 29 Maret 2008

Dunia Baru yang Menanti

Bingung menentukan sikap
Apakah harus berduka
Ataukah harus tertawa
Di saat sekelumpulan tertawa ceria
Namun di sisi lain menangis mengiris

Sabtu, 22 Maret 2008

Salam Sapa

Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengalirkan nikmat-Nya, yang wajib disyukuri. Setitik dari lautan karunia-Nya meliputi seluruh alam semesta, mengisi relung-relung hati dengan kegembiraan atas sedikit pemberian dari hamparan pemberian-Nya yang sangat luas. Kenikmatan yang meletupkan kekaguman hati terhadap tanda kekuasaan-Nya.

"Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya," (Q.S. Ibrahim: 34)
"Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin," (Q.S. Luqman: 20)

Shalawat serta salam atas Muhammad, makhluk terbaik. Shalawat serta salam untukmu wahai pemimpin manusia. Shalawat serta salam atasmu wahai Nabi Islam. Semoga Allah membalas kebaikan yang engkau berikan untuk umatmu, melebihi pembalasan atas seorang nabi dari umatnya. Berikanlah barakah untuk kami dalam mengikutimu wahai pemimpin yang tak ada tandingannya. Seluruh makhluk meminta syafaatmu pada hari kiamat kelak.

"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersektukan sesuatu apapun dengan Aku." (An-Nur: 55)

Sebagai aplikasi dari perintah Allah dalam Al-Qur'an yang berbunyi, "Jika kamu bersyukur (atas nikmat-Ku), niscaya akan Aku tambah," (Q.S. Ibrahim: 7), dan sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w., "Barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, berarti dia tidak berterima kasih kepada Allah," maka saya merasa perlu mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya dan penghargaan sebesar-besarnya kepada orang yang telah berjasa untuk membantu dalam melaksanakan proyek besar hidup ini, perlahan menuntun pada cahaya hidayah untuk diraih demi tujuan hakiki kelak. Terlepas dari cahaya itu adalah kehendak-Nya atas umat-Nya, saya selayaknya bersyukur atas mereka yang berperan sebagai perantara-Nya dalam menunjuki jalan keselamatan, jalan yang terindah yang diridhoi-Nya, dan menuntun tuk keluar dari kegelapgulitaan menuju cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya.

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa," (Q.S. Az-Zukhruf: 67), maka saya pun berharap hubungan yang telah terjalin selama ini tidak membuat kita tercela di jalan-Nya, melainkan lebih menjadikan kita sebagai makhluk yang bertakwa kepada-Nya. Dan, pertemuan yang diharapkan kelak adalah kita sama-sama dapat saling berjumpa dalam keadaan suci nan bersahaja di suatu tempat, di syurga-Nya kelak. Semua itu diharapkan, salah satunya, karena hubungan pertemanan, persahabatan, persaudaraan yang telah terjalin selama ini.

"Dan, rahmat-Ku meliputi segala sesuatu," (Q.S. Al-A'raf: 156).
Segala aspek dalam hidup merupakan rahmat dari-Nya selagi niat suci masih tetap teguh atas-Nya. Oleh karena itu, sebagai seorang makhluk yang pernah terikat dalam satu pertalian yang tertuju karena-Nya, saya berharap keberkahan dan keridhoaan-Nya selalu memayungi diri yang taat dan cinta pada-Nya.

Mengutip taushiyah
bermakna dari Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Raudhah Al Muhibbin, "Cinta merupakan cermin bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya, ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri."

Jumat, 21 Maret 2008

Pertanyaan

Aku tak dapat menawan hati yang gundah pada kecemasan yang menggelayuti hidup. Dunia penuh dengan sengketa yang harus dengan segera minta dipenuhi. Namun terkadang dunia juga yang tak mengizinkan semua itu terselesaikan dengan sempurna. Karena hambatan yang melambai, kesulitan yang menyapa, dan dera sakit yang menerpa, membuat diri kadang terhenti sesaat tuk berjuang. Ia tampak lelah dalam sikap. Ia yang dengan enggan berbuat keindahan untuk membangkitkan pengembangan diri. Semua bermula pada pertanyaan, "apakah aku dapat kembali berkutat pada kebangkitan awal?"

Kisah Duka

Aku tak mengira
Dunia pecah berkeping
Dalam lembaran-lembaran berwarna
Hitam ia menjadi kelam
Putih ia menjadi suci
Merah ia menjadi pembangkang
Muncul satu pertanyaan pada diri
Akankah sang hitam menjadi putih
Dan merah akan memudar
Semoga keniscayaan itu menjadi keberkahannya

Panggilan Masa Lalu

Kenangan itu menyeruak kembali
Di mana...
Masa-masa penuh tawaku bangkit
Masa-masa candaku tampil
Kebersamaan yang erat bertahta mendominasi

Aku yang di sini...
Bertanya...
Mengapa perubahan ini berontak
Mengapa harus aku mempertanyakannya
Mengapa dia muncul dengan tersenyum ramah?

Minggu, 09 Maret 2008

Penantian Kesempurnaan

Aku melihat kebahagiaan itu
Pancaran sinar yang menyilaukan
Aku merasakan kehangatan itu
Sejuk dalam kedamaian
Aku menginginkan tuk merasakan itu
Tapi bukanlah aku buta pikiran
Dan juga aku bukan buta mata
Tapi aku juga harus menatap orang yang berjasa dalam hidup
Tidakkah mereka lebih membutuhkan ku
Dibanding meninggikan keegoisan diri
Yang lebih mementingkan kebahagiaan diri

Sabtu, 01 Maret 2008

Harapan yang Beranjak Punah

Luka apa lagi ini
Tidakkah aku tersadar saat ini
Mengapa aku tersenyum
Mengapa aku ikut tawa yang membahana itu

Entah...
Aku tak tahu mengapa aku bersedih saat ini
Saat pemberitahuan diungkapkan
Menumbuhkan kembali luka yang beranjak terobati

Sang Pelatihku

Entah apa yang harus ku ucap padanya
Dia yang terlihat begitu idealis
Dia yang sangat berjiwa pemimpin
Dan juga dia yang berintelektual tinggi
Tak menghiraukan diri kecil ini
Dia berucap namaku saat acara perpisahan itu
Yang sebelumnya tak ku kira bahwa
Ia tahu identitasku
Salut bangga padamu
Salam hormat untuk mu
Semoga berkah ALLAH selalu ada pada mu
Salam rindu ku padamu...
Pak Handoko..

Tak Berkuasa

Berkembang menuju alam keluguan
Tak mengetahui gerak gerik kelayakan
Aku bertanya
Apakah mereka akan tersentuh
Pada kata-kata yang tak berkekuatan atas mereka?