Jumat, 28 September 2007

Teriakku Dahulu

Alhmdlh...
Akhirnya pengumuman itu keluar juga,, dan namaku tertera dalam kolom yang berjudul "...Dinyatakan lulus"

Wo...oooii... AKU LULUU...UUSSS!!!

Dan aku langsung BERPELUKAN (like telethubis)...

THANK'S for all of u, friend, atas dukungan & doanya selama ini,, semoga 4JJI membalas semua kebaikanmu,, INGAT SEMUA,, bahkan berlipat berganda..
Jazakalloh khoiron katsir..
Wass...

Pesan Dari Sahabat

Kami sulit menahan pandangan mata ketika melihat kalian, apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian. Karena itu lebarkanlah pakaian kalian dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.
Kami juga sulit menahan pendengaran kami ketika berbicara dengan kalian, apalagi jika kalian diamanahkan oleh ALLAH suara yang merdu dengan irama yang mendayu. Karena itu tegaskanlah suara kalian dan berbicaralah seperlunya.
Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati kalian ketika kalian dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati kami. Waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian. Karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian.
Kami tahu kami paling lemah bila harus berhadapan dengan kalian. Kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh hanya dengan senyum kalian. Hati kami akan bergetar ketika mendengar kalian menangis. Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian, maka jagalah jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan.
Maha Besar ALLAH yang tahu akan kelemahan hati kami. Hanya dengan ikatan yang suci dan yang diridhoi-Nya kalian akan halal bagi kami.
Lalu apa yang telah aku lakukan selama ini... Ya Rabb...tolong ampuni aku...untuk setiap pandangan yang tak terjaga, lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab...
Ya Rabb...Engkau mengawasi kami tiap detik. Karena kasih sayangMu kepada kami, Engkau perintahkan malaikat silih berganti menemani kami siang dan malam...

Masa Yang Terlewati

Biarkanlah hilang tersapu hembusan sepoi sang angin
Mengalir menjauhi mengikuti aliran arus sang lembah
Sulit untuk dilihat kembali
Sulit tuk dinikmati lagi
Semua menjadi kenangan
Masuk pori-pori tubuh sampai hati yang terdalam

Pelarian Masa

Inginku kembali ke masa itu
Mengubah semua menjadi inginku
Memperbaiki seluruh kesalahanku
Memperindah tali persaudaraan kita
Namun waktu terus melesat
Ku menjerit merintih pun ia tak peduli
Karena titik akhir akan telah ia tuju

Selasa, 25 September 2007

Di Ujung Itu...

Aku berharap penantian itu berakhir
Perjuangan perubahan terus dilakukan
Menuju perbaikan
Walau pertentangan bertebaran...
Ku takkan bimbang
Karena ini jalan kebenaran

Kamis, 20 September 2007

Salam Hormatku

Entah sekedar ucapan
Ataukah memang dari cerminan hati
Yang pasti ku berjanji
Tak akan mengingkari
Semua yang terpakri
Harus terus disikapi

Dia yang menjadi panutan telah berubah
Janggal dirasa
Tak manis tuk dinikmati
Memang...
Semua bisa termakan waktu
Tapi...
Tidak kuingin baginya
Dia...
Harus tetap yang terbaik

Minggu, 16 September 2007

Dia Berkata

Aq sdh bc,... sempat terpikir klo gk ada kamu sapa lg yg bngunin subuh q nanti? tp berkt kamu kini aq sdh trbiasa bngun subuh k masjid. maafin smua salah q ya. aq nyesel slama stahun brsama gk bs nyenengin kamu. q crita k tmn2 dan adik. q bangga pnya kakak seiman kaya' kamu. doa dr mu slalu kuharap, q jg berdoa mdh2an kebaikan mu dibalas 4JJI dgn kebaikan yg banyak. Sampai ketemu lagi ya. love u coz 4JJI.

Kamis, 13 September 2007

Hakekat Berjuang

Bermimpilah..
Karena dengan bermimpi semangat hidupmu terus membara
Berjuanglah..
Karena dengan berjuang semua impianmu dapat kau capai
Dan bertawakallah..
Karena segalanya hanya Dia yang menentukan
Ingat..
Hidup tak cukup hanya dengan sekedar ucapan, apalagi dengan rintihan..
LAKUKAN dan KERJAKAN

Rabu, 12 September 2007

Wisudaku

Terwujudkan tujuan
Walau jauh dari impian
Terlaksana perayaan
Penuh dengan penghormatan
Semua berbahagia
Semua bangga
Semua ceria
Hitam menyelimuti suasana
Terpadu padan akan warna-warni pengiring
Perayaan pun telah terlaksana
Semua boleh tertawa
Semua boleh suka cita
Tapi...
Semua juga harus bersyukur
Karena...
Semua tak lepas akan kasih sayang dan cinta-Nya
***
Terima kasih ya ALLOH
Anugerah dan rahmat yang Kau beri ini sungguh sangat luar biasa dan tak ternilai dengan kata-kata.
Puji syukur atas semua limpahan kasih sayang-Mu itu
Aku terus hanya ingin beribadah kepada-Mu
Tak ingin diri kufur kepada-Mu
ALHAMDULILLAHIROBBIL 'ALAMIN

Merubah

Terus bertingkah diri tuk jadi diri yang sok suci
Terus berkelana diri tuk benahi jiwa-jiwa tersayang
Terlebih jiwa-jiwa yang menyayangi
Tapi...
Pertentangan membabi buta
Menghentakkan perjalanan perubahan
Dia...
Terasa asing
Telah berubah
Dan tak ingin
Terjerembab dalam kenistaan

Palsu

Tak terasa indah bila disapa
Tak terasa manis bila dirasa
Tak terasa bahagia bila berpisah
Waktu perlahan berputar pasti
Meninggalkan sosok terdiam
Tak tahu harus berbuat apa
Hilang pacu api
Tertinggal bekunya angin
Menusuk tulang iga
Tertuju pada kebinasaan

Senin, 10 September 2007

Pahlawan Harapan

Bertambah muda pada tampaknya
Bertambah mulia pada tingkahnya
Bertambah kuat aliran jiwa ketenangan
Dan...
Bertambah besar harapan tuk bangkit
Bahu membahu dalam perjuangan
Menuju alam perubahan
Ketenangan dari kegelisahan
Kemandirian dari kemanjaan
Kejelian dari kejahiliaan
Terkhusus...
Keimanan dari kekufuran

Jumat, 07 September 2007

Berulang Kembali

Ku tertipu
Untuk kesekian kali...
Aku tertipu
Marahku akannya
Kesalku pada ulahnya
Tak simpati ku dibuatnya
Dia hanya diam
Dan tersenyum
Tanpa mau berbuat lebih
Tuk sembuhkan luka hati

Rabu, 05 September 2007

Jelang Akhir

Maaf atas sikapku yang sangat tidak terkesan ramah menjadikan suasana terasa ganjil.
Yah itulah diri ini, yang kembali dalam masa kefuturan untuk kesekian kalinya.
Tak hendak diri bertutur akan keadaan ini karena hanya menambah beban bagi sang penerima "sampah" ini dan juga tak layak dijadikan sebagai "tong sampah".
Mungkin terbilang sangat sepele, tetapi semua itu sangat mempengaruhi sikap diri dalam usaha perbaikan dan perkembangan iman.
Diri terus merasa hina atas semua orang bahkan terkadang tak hendak diri berjumpa orang lain karena malu diri padanya.
Pernah diri mengekang diri dengan keluar hanya untuk seperlunya hanya karena diri tak pantas terhadap mereka.

Juga dalam ibadah, kenikmatanpun sangat sulit didapat.
Dan bahkan terus terdesak keinginan diri untuk mengurangi kuantitasnya.
Diri tak hendak kufur, namun diri tak dapat berbuat banyak.
Makin dilakukan terasa hanya semakin menjadi beban.
Sehingga target pencapaian diri tak tahu kemana rimbanya.

Juga diri tak dapat merasakan nikmatnya ukhuwah karena terusnya muncul prasangka diri.
Dengan berdalihku "mereka muncul di saat membutuhkan dan setelahnya pergi kembali."
Tersiksa diri akan perasaan ini, namun begitu sulit dienyahkan.

Pengharapan terus dinantikan disertai usaha perbaikan diri yang terus berjalan.

Quantum

Memaksimalkan potensi diri yang telah tertanam sejak lahir dan terpendam selama beratus-ratus bulan, tak terbayangkan akan mendahsyatkan perkembangan yang dahulunya terus terjerumus dalam lumpur busuk yang terus dihindari orang, bahkan meliriknya pun tidak

Tersiksa

Sangat sakit mencintai sesuatu
Sama halnya dengan membenci sesuatu
Sangat sulit dihilangkan
Juga sulit dicari
Semua terpendam dalam diri
Merajut titian hati yang tak mudah rapuh
Kelak itu bangkit kembalikah?
Ataukah terus terselubung dalam jiwa?

Mimpi

Kembali pada silam
Semua terulang jelas
Serasa diputar untuk dipertontonkan
Dan...
Kejadian masa depan
Sayup-sayup tampak
Aakh...
Apakah semua ilusi
Diri terasa bimbang
Terus ragu dalam tindakan
Tapi mengapa...
Semoga hanya sekedar mimpi

Doaku Padanya

Pintaku jangan halangi dirimu tuk menjadi lebih baik
Terus berjuang
4JJI bersama kita
Walau bebatuan menghalangi langkah
Itu sebagai pertanda
Ia mencintaimu
Dan ku berharap
Ketegaran selalu ada padamu
Kesuksesan selalu melekat di dirimu
Dan pastinya
Keredhoan-Nya tetap selalu kau raih

Salah Jalan

Aku pergi menjauhi bintang
Aku berlayar menuju lautan
Aku hilang di pulau tak bertuan
Bertajuk mimpi melepas malam
Lepas penat dipenghujung siang
Dulu berpikir wajahku bersinar
Dasar muka pucat tak indah
Teruslah meratapi diri
Waktu lampau tetap tak dapat diraih

Selasa, 04 September 2007

Dia... Menghilang

Temanku perlahan menghilang..
Ulahku tak menghiraukannya Ulahku mengacuhkan Maafkan teman... Semua karena diri egois ini

Perjalanan Panjangku

Aku pergi...
Menjalankan dunia kelam
Meninggalkan dunia siang
Menuju dunia terang
Tapi...
Telah pantaskah aku
Telah mampukah aku
Berdiri tuk tegakkan keindahan
Berlari tuk nyalakan cahaya damai
Keabadian...
Kuharapkan kau berada dalam genggaman
Dengan kedamaian menyertai
Dengan cinta-Nya yang menyelimuti

Satu

Satu...
Tak dapat kutembus
Dia minta itu
Tak dapat kuraih
Terus ternoda dalam kubangan kelam
Terus berkelana dalam pencahayaan membakar
Satu...
Dia terus menyeru
tegakkan dan lakukan
Aku...
Berhenti...
Mengapa begitu sulit
Padahal hanya Satu
Yah.. Satu
Kau
Sebuah hati yang suci
Hati yang tak ternodai

Malaikatku

Ragu bersama
Telak diri bertanya
Siapakah dia?
Datang tiba-tiba
Merangkul diri dengan hangat
Menyapa diri dengan senyuman
Menolong diri dengan kesejukan
Tak jua diri memberikan tuk bertanya
Apa tujuanmu wahai jiwa penolong
Biarlah...
Kunikmati saja kedamaian darinya
Kurasakan saja keindahan sikap darinya
Karena itulah yang kurindu saat ini
Itulah yang membuat diri dapat bangkit kembali
Karena kau terus dalam relung cintaku
Yang tumbuh hanya karena-Nya

Hanyalah Inginku

Di saat kau datang ku ceria
Kau suguhkan keindahan dirimu di depan mataku
Membuat ku terpikat akan daya tarik dirimu
Telah ku berjanji bahwa kita akan selalu bersama
Bahkan tuk jadikan kita bersaudara
Dengan kau berkata, "setiap muslim bersaudara"
Namun...
Itu semua hanya keinginan ku
Aku hanya bisa menuntut
Tanpa tahu apa yang kau inginkan dariku
Padahal telah kucari
Dan itu tak terucap dari bibirmu juga tak terungkap dari sikapmu
Maafkan ku teman akan keegoisanku
Akan semua tuntutanku terhadap dirimu
Aku tak dapat menyadari bahwa kita manusia
Tempat khilaf dan masing-masing condong pada perbedaan
Aku hanya ingin kita bersama
Aku hanya ingin kita terus lebih baik
Terutama dirimu
Yang terkadang tak kuhiraukan diriku
Sehingga kekecewaan muncul saat kau berlaku menyimpang
Terkadang sikap kurang ajar ku turut menyertai
Dan aku sering merasa bersalah terhadap itu
Yang membuatku merasa malu atas dirimu
Sikapmu yang seolah tak pernah disakiti
Sikapmu yang tak berbeda dari awal
Aku..
Terus malu atas sikap ku
Hanya satu alasan dipikiran ku
Aku ingin kau lebih baik
Karena kau SAUDARAKU
Maafkan aku atas semua tuntutan itu...
Dan ku berusaha tuk tak tergantung pada makhluk...

Kejadian Tak Diinginkan

Yang ku takutkan terjadi
Entahlah..
Hilang semua asaku
Berkelana ku selama ini
Menyesal ku berpanjangan
Tak ku lupakan ulahku selama ini
Penyesalanku terus berkepanjangan
Maaf terus ku mohon atas sikap naifku