Berjalan dalam keheningan
Meluncur tuk harapkan kesenangan
Semua beralih dalam ketidakpastian
Tersindir dalam percakapan
Namun berkata dengan kebenaran
Haruskah berdiam diri
Membiarkan kebenaran yang terus diselimuti kabut pekat
Tidak..
Tak ku biarkan itu terjadi
Biarkan sakit demi kebenaran
Dan yang terpenting
Demi kebaikan dia dan aku
Sabtu, 25 Agustus 2007
Tindak Tanduk
Waktu berjalan, berlari, dan merayap
Tapi aku hanya terdiam
Tunduk patuh pada alur hidup
Tanpa malu aku meminta kenyamanan
Tanpa penyertaan akan usaha maksimal
Tak tahu malukah kau diri
Pecundangkah kau diri
Terus..Teruslah kau menginginkan mukjizat
Tapi ingat..
4JJI Maha Adil
Tapi aku hanya terdiam
Tunduk patuh pada alur hidup
Tanpa malu aku meminta kenyamanan
Tanpa penyertaan akan usaha maksimal
Tak tahu malukah kau diri
Pecundangkah kau diri
Terus..Teruslah kau menginginkan mukjizat
Tapi ingat..
4JJI Maha Adil
Selasa, 21 Agustus 2007
Kembali
Tak tega diri melepaskan pergi
Aura dulu bangkit kembali
Serasa dalam kekangan menganga
Tetapi mengapa dia?
Tak jauh dia pergi
Tak dekat dia kembali
Kuakui...
Telah terikat diri
Hidupmu pun telah jadi perhatian
Tapi dari semua itu
Jarak tetap ada
Sikap tetap berbeda
Dan
Waktupun terus berkejaran
Berbeda arah
Aura dulu bangkit kembali
Serasa dalam kekangan menganga
Tetapi mengapa dia?
Tak jauh dia pergi
Tak dekat dia kembali
Kuakui...
Telah terikat diri
Hidupmu pun telah jadi perhatian
Tapi dari semua itu
Jarak tetap ada
Sikap tetap berbeda
Dan
Waktupun terus berkejaran
Berbeda arah
Tujuan Pertama
Rinduku
Terbenam tak nampak
Terpendam terdorong tujuan lain
Dan...
Keinginan itu...
Menjadikanku merebut kembali rinduku
Yang tersisa
Dan yang menjadi tanda tanya besar
Terpenuhkah tujuanku
Seiring timbul dan terpenuhinya rinduku
Memang...
Kalaupun terjadi perubahan
Tetaplah mereka yang pertama
Karena...
Kau terkasih dan tercintaku
Kaulah keluargaku
Terbenam tak nampak
Terpendam terdorong tujuan lain
Dan...
Keinginan itu...
Menjadikanku merebut kembali rinduku
Yang tersisa
Dan yang menjadi tanda tanya besar
Terpenuhkah tujuanku
Seiring timbul dan terpenuhinya rinduku
Memang...
Kalaupun terjadi perubahan
Tetaplah mereka yang pertama
Karena...
Kau terkasih dan tercintaku
Kaulah keluargaku
Jumat, 17 Agustus 2007
Tanda Jasamu
Terima kasih kuucap pada semua insan terkasih yang telah bersedia mencurahkan jiwanya hanya untuk memberi perhatiannya kepada diri. Semua itu telah membuat diri kokoh, tegar, dan kembali bersinar dari kelamnya jiwa. Walaupun hanya dengan pesan singkat berisi "apa kabar", itu dapat mengobati rasa lelahku, rasa lemahku, rasa payahku. Itupun dapat memberikan semangatku, menggairahkan ibadah, dan pastinya menyatukan hati kita.
Sahabat..
Terkadang diri pupus dalam kesedihan dan ku tak ingin kau menanggungnya jua.
Namun kau terus memperhatikan perubahan pada diriku dan kau bertanya "apa ada masalah?"
Terus kau ingin melihatku ceria, melihatku tertawa, melihatku terbebas dari beban.
Dari semua itu kuucapkan dengan segenap sanjungan hatiku kepadamu "terima kasih, teman. Terima kasih, sahabat. Terima kasih, saudaraku."
Ku tak dapat membalas budi jasamu yang menggunung, bahkan membumi.
Hanya 4JJI lah yang akan membalas itu, ku yakin itu.
Semuanya.. Ingat semuanya saudara.. Tanpa ada sisa.. Bahkan mungkin berlipat berganda.
Pertemuan kita karena 4JJI, perpisahanpun diharapkan karena-Nya jua.
Sahabat..
Terkadang diri pupus dalam kesedihan dan ku tak ingin kau menanggungnya jua.
Namun kau terus memperhatikan perubahan pada diriku dan kau bertanya "apa ada masalah?"
Terus kau ingin melihatku ceria, melihatku tertawa, melihatku terbebas dari beban.
Dari semua itu kuucapkan dengan segenap sanjungan hatiku kepadamu "terima kasih, teman. Terima kasih, sahabat. Terima kasih, saudaraku."
Ku tak dapat membalas budi jasamu yang menggunung, bahkan membumi.
Hanya 4JJI lah yang akan membalas itu, ku yakin itu.
Semuanya.. Ingat semuanya saudara.. Tanpa ada sisa.. Bahkan mungkin berlipat berganda.
Pertemuan kita karena 4JJI, perpisahanpun diharapkan karena-Nya jua.
Cerita lalu
Pertama ku berharap kita dapat bersama menapaki jalan duri ini dan bersama mengarungi derasnya arus kehidupan ini.
Namun ku tak dapat mengikuti jejak langkahmu yang tak ku ketahui ke mana arah tujuannya.
Tetapi terus ku berusaha untuk mempersatukan hati kita, jiwa kita, dan langkah kita.
Sampai puncak kelelahanku hinggap dan akupun tak dapat berbuat banyak untukku juga untukmu.
Sesalanku menjalari seluruh tubuh membuat diri terus menjadi tak berdaya.
Namun kesedihanku terus memuncak karena sikap tak pedulimu pada jiwa lemah ini, jiwa bodoh ini, jiwa nista ini.
Di saat diri terpuruk dan membutuhkan dirimu, kau hanya berkata dan bersikap manis seadanya namun sangat hambar akan rasa peduli terhadap jiwa terpuruk ini.
Hingga ku tersadar, ku membuka mata, ku terbangun dari mimpi yang melenakan bahwa kau punya langkahmu sendiri yang tak ingin disentuh juga tak dapat kusentuh, hingga kau tersibukkan akan langkahmu itu.
Dan langkah juangku pun harus terus terlaksana tanpa harus peduli apakah mereka peduli ataukah tidak.
Ku yakinkan diri tuk tak tergantung pada sang makhluk karena merekapun lemah, sama sepertiku.
Maka gerak langkahku pun kuubah arah.
Aku harus dapat berjuang dalam hidup sendiri. Kalaupun ada pendamping yang menyertai, tak sepenuhnya aku bersandar padanya karena aku tak ingin tertipu kembali.
Dan sekarang kuucapkan dari hati:
"lanjutkanlah perjuanganmu itu. 4JJI Maha Tahu akan segala gerak langkah makhluk-Nya. Namun ingat teman, kau harus lihat disekelilingmu. Adakah yang bersedia mengulurkan tangan kepadamu? Jika ada, maka raihlah itu, renggut itu, dan rangkullah seerat mungkin. Jangan kau acuhkan, jangan kau biarkan, atau bahkan jangan kau buang.
Kau tahu kenapa ku berubah karena ku telah merasa kehilangan sosok yang kurindukan....
Kau... Saudaraku..."
Namun ku tak dapat mengikuti jejak langkahmu yang tak ku ketahui ke mana arah tujuannya.
Tetapi terus ku berusaha untuk mempersatukan hati kita, jiwa kita, dan langkah kita.
Sampai puncak kelelahanku hinggap dan akupun tak dapat berbuat banyak untukku juga untukmu.
Sesalanku menjalari seluruh tubuh membuat diri terus menjadi tak berdaya.
Namun kesedihanku terus memuncak karena sikap tak pedulimu pada jiwa lemah ini, jiwa bodoh ini, jiwa nista ini.
Di saat diri terpuruk dan membutuhkan dirimu, kau hanya berkata dan bersikap manis seadanya namun sangat hambar akan rasa peduli terhadap jiwa terpuruk ini.
Hingga ku tersadar, ku membuka mata, ku terbangun dari mimpi yang melenakan bahwa kau punya langkahmu sendiri yang tak ingin disentuh juga tak dapat kusentuh, hingga kau tersibukkan akan langkahmu itu.
Dan langkah juangku pun harus terus terlaksana tanpa harus peduli apakah mereka peduli ataukah tidak.
Ku yakinkan diri tuk tak tergantung pada sang makhluk karena merekapun lemah, sama sepertiku.
Maka gerak langkahku pun kuubah arah.
Aku harus dapat berjuang dalam hidup sendiri. Kalaupun ada pendamping yang menyertai, tak sepenuhnya aku bersandar padanya karena aku tak ingin tertipu kembali.
Dan sekarang kuucapkan dari hati:
"lanjutkanlah perjuanganmu itu. 4JJI Maha Tahu akan segala gerak langkah makhluk-Nya. Namun ingat teman, kau harus lihat disekelilingmu. Adakah yang bersedia mengulurkan tangan kepadamu? Jika ada, maka raihlah itu, renggut itu, dan rangkullah seerat mungkin. Jangan kau acuhkan, jangan kau biarkan, atau bahkan jangan kau buang.
Kau tahu kenapa ku berubah karena ku telah merasa kehilangan sosok yang kurindukan....
Kau... Saudaraku..."
Pertentangan
Aku benci diacuhkan
Aku benci didustai
Aku juga benci disakiti
Tapi...
Aku lebih benci mengacuhkan
Aku lebih benci mendustai
Aku juga lebih benci menyakiti
Maka...
Aku cinta kebersamaan
Aku cinta keterusterangan
Dan...
Aku cinta kedamaian
Aku benci didustai
Aku juga benci disakiti
Tapi...
Aku lebih benci mengacuhkan
Aku lebih benci mendustai
Aku juga lebih benci menyakiti
Maka...
Aku cinta kebersamaan
Aku cinta keterusterangan
Dan...
Aku cinta kedamaian
Permintaannya
Rindu pada kedamaian
Kesunyian malam mendobrak keadilan
Dimana jiwa seraya bersabda
Sediakan diri kesucian
Tempatkan ia dalam lembah tenang keabadian
Teruskan diri dalam berkiprah bersahaja
Dan...
Yang berharap
Tak jua tersentuh ketamakan duniawi
Kesunyian malam mendobrak keadilan
Dimana jiwa seraya bersabda
Sediakan diri kesucian
Tempatkan ia dalam lembah tenang keabadian
Teruskan diri dalam berkiprah bersahaja
Dan...
Yang berharap
Tak jua tersentuh ketamakan duniawi
Dimana mereka?
Hati tak lagi ikhlas
Pengharapan akan semua ulah yang ku anggap mulia
Hah...
Semua tak ternilai
Semua tak berguna
Semua debu
Matilah kau...
Tapi tidakkah aku pecundang
Merenung saat semua tersenyum
Menangis saat semua tertawa
Teriak saat semua berbisik
Aku butuh engkau teman
Saat diri terasa sangat lemah
Tak mampu bertindak apapun
Bahkan untuk diriku sendiri
Diri tak ingin terjerumus ke lembah nista itu teman
Tolong diriku teman
Ingatlah teman
Tanyakan kabarnya
Tidakkah kau tahu
Apakah ia memang benar-benar baik
Ketika ia berada di sisimu dengan sikap manisnya dan berkata "alhamdulillah aku baik"
Pengharapan akan semua ulah yang ku anggap mulia
Hah...
Semua tak ternilai
Semua tak berguna
Semua debu
Matilah kau...
Tapi tidakkah aku pecundang
Merenung saat semua tersenyum
Menangis saat semua tertawa
Teriak saat semua berbisik
Aku butuh engkau teman
Saat diri terasa sangat lemah
Tak mampu bertindak apapun
Bahkan untuk diriku sendiri
Diri tak ingin terjerumus ke lembah nista itu teman
Tolong diriku teman
Ingatlah teman
Tanyakan kabarnya
Tidakkah kau tahu
Apakah ia memang benar-benar baik
Ketika ia berada di sisimu dengan sikap manisnya dan berkata "alhamdulillah aku baik"
Minggu, 12 Agustus 2007
Kelemahan Diri
Hati tak lagi ikhlas
Pengharapan akan semua ulah yang ku anggap mulia
Hah...
Semua tak ternilai
Semua tak berguna
Semua debu
Matilah kau...
Tapi tidakkah aku pecundang
Merenung saat semua tersenyum
Menangis saat semua tertawa
Teriak saat semua berbisik
Aku butuh engkau teman
Saat diri terasa sangat lemah
Tak mampu bertindak apapun
Bahkan untuk diriku sendiri
Diri tak ingin terjerumus ke lembah nista itu teman
Tolong diriku teman
Ingatlah teman
Tanyakan kabarnya
Tidakkah kau tahu
Apakah ia memang benar-benar baik
Ketika ia berada di sisimu dengan sikap manisnya dan berkata "alhamdulillah aku baik"
Pengharapan akan semua ulah yang ku anggap mulia
Hah...
Semua tak ternilai
Semua tak berguna
Semua debu
Matilah kau...
Tapi tidakkah aku pecundang
Merenung saat semua tersenyum
Menangis saat semua tertawa
Teriak saat semua berbisik
Aku butuh engkau teman
Saat diri terasa sangat lemah
Tak mampu bertindak apapun
Bahkan untuk diriku sendiri
Diri tak ingin terjerumus ke lembah nista itu teman
Tolong diriku teman
Ingatlah teman
Tanyakan kabarnya
Tidakkah kau tahu
Apakah ia memang benar-benar baik
Ketika ia berada di sisimu dengan sikap manisnya dan berkata "alhamdulillah aku baik"
Sakitku
Sesak tak tertahan
Menyakiti berketerusan
Tak tahu asal rimba
Terus menusuk dan menekan
Dan...
Sang pemimpin inderapun terus menambah beban
Terus berkecamuk
Ingin ku lepas sesaat
Guna melenyapkan derita
Namun kehidupan pun berhenti...
Menyakiti berketerusan
Tak tahu asal rimba
Terus menusuk dan menekan
Dan...
Sang pemimpin inderapun terus menambah beban
Terus berkecamuk
Ingin ku lepas sesaat
Guna melenyapkan derita
Namun kehidupan pun berhenti...
Sabtu, 11 Agustus 2007
Hancur, Luluh Lantak
Beralih dalam keajaiban
Bertentangan dalam menuju kedamaian
Terjerembab dalam busuknya lembah
Matipun tak berpenghujung kehadiran
Terus membangun benteng diri
Namun...
Serangan luar menampakkan garang
Dan...
Diri terus terpedaya
Kelemahan diri
Kebodohan diri
Kemunafikan diri
Menjadikan diri terus terpuruk
Kesalahan itu...
Menjadikan racun diri
Membinasakan diri
Menghancurkan puing pelindung diri
Yang telah dibangun dalam waktu panjang
Luluh lantak
Kebencian diri
Kehinaan diri
Aniaya diri
Pedulikah mereka?
Tak hendak kuceritakan
Bertentangan dalam menuju kedamaian
Terjerembab dalam busuknya lembah
Matipun tak berpenghujung kehadiran
Terus membangun benteng diri
Namun...
Serangan luar menampakkan garang
Dan...
Diri terus terpedaya
Kelemahan diri
Kebodohan diri
Kemunafikan diri
Menjadikan diri terus terpuruk
Kesalahan itu...
Menjadikan racun diri
Membinasakan diri
Menghancurkan puing pelindung diri
Yang telah dibangun dalam waktu panjang
Luluh lantak
Kebencian diri
Kehinaan diri
Aniaya diri
Pedulikah mereka?
Tak hendak kuceritakan
Rabu, 08 Agustus 2007
More Life, Better
Wait a moment
Look back the life
Viewing all doing
It has done
But...
Is it good for the life?
Is it better?
The purpose is in it
Has it been reached
Now...
Look the future
Fill it the best for the life
Keep fighting with smiling
Trust it
You can do the best
Cos' 4JJI always is with us
Look back the life
Viewing all doing
It has done
But...
Is it good for the life?
Is it better?
The purpose is in it
Has it been reached
Now...
Look the future
Fill it the best for the life
Keep fighting with smiling
Trust it
You can do the best
Cos' 4JJI always is with us
Selasa, 07 Agustus 2007
Penuntun ku
Keberadaannya penenang jiwa
Kehadirannya sebagai pengikat hati
Sejuk dalam ucapan
Damai dalam tindakan
Tak kunjung henti untuk menuntun
Tak jua asa terputus
Ternyata...
Kebersamaan tak selalu berpihak
Walau jiwa menentang
Tapi...
Telah menjadi ketetapan
Berontak pun tak berujung perubahan
Asa tuk jadikan hidup lebih baik
Semoga...
Dan...
Ikatan hati takkan ku biarkan putus
Hingga diujung kehidupan
Kehadirannya sebagai pengikat hati
Sejuk dalam ucapan
Damai dalam tindakan
Tak kunjung henti untuk menuntun
Tak jua asa terputus
Ternyata...
Kebersamaan tak selalu berpihak
Walau jiwa menentang
Tapi...
Telah menjadi ketetapan
Berontak pun tak berujung perubahan
Asa tuk jadikan hidup lebih baik
Semoga...
Dan...
Ikatan hati takkan ku biarkan putus
Hingga diujung kehidupan
Senin, 06 Agustus 2007
Masa Lalu
Terbayang ku atas waktu
Tak sempat ku berkata
Melesat tajam
Terperangah akan kehandalannya
Berlalu ku bayang dahulu
Tak dapat ku berlaku
Tatapan masa depan terus menyekaku
Mendorongku tuk bertindak
Biarlah..
Semua telah menjadi kenangan
Tak sempat ku berkata
Melesat tajam
Terperangah akan kehandalannya
Berlalu ku bayang dahulu
Tak dapat ku berlaku
Tatapan masa depan terus menyekaku
Mendorongku tuk bertindak
Biarlah..
Semua telah menjadi kenangan
Minggu, 05 Agustus 2007
Perubahan
Tak mampu berungkap
Diam ku terpaku
Terpendamnya kekecawaan
Atas diriku dan dirinya
Makin hambar terasa
Makin tak manis dinikmati
Bahkan terkadang sakit dilakukan
Kapankah akan berakhir
Akankah akan membaik?
Atau terbuang
Menyisakan kepahitan?
Diam ku terpaku
Terpendamnya kekecawaan
Atas diriku dan dirinya
Makin hambar terasa
Makin tak manis dinikmati
Bahkan terkadang sakit dilakukan
Kapankah akan berakhir
Akankah akan membaik?
Atau terbuang
Menyisakan kepahitan?
Sabtu, 04 Agustus 2007
Kuingin Terbaik Untukmu
Tenang dalam bersikap
Diam memendam kesedihan
Termangu dalam balada kesendirian
Tak berarti diri untuk mereka
Benalu diri bagi mereka
Tak tahu seperti apa isi hati
Ungkapan sedikit bertanda kebencian
Padahal...
Sakit diri bertindak demikian
Tidak...
Tidaklah seperti itu...
Diri hanya kecewa
Diri hanya ingin kau menjadi lebih baik
Hanya itu
Dan hanya itu
Diam memendam kesedihan
Termangu dalam balada kesendirian
Tak berarti diri untuk mereka
Benalu diri bagi mereka
Tak tahu seperti apa isi hati
Ungkapan sedikit bertanda kebencian
Padahal...
Sakit diri bertindak demikian
Tidak...
Tidaklah seperti itu...
Diri hanya kecewa
Diri hanya ingin kau menjadi lebih baik
Hanya itu
Dan hanya itu
Kamis, 02 Agustus 2007
Diam
Entah haruskah bertindak
Terdiam ku terpuruk
Memasuki dunia kesendirian
Dalam keramaian
Tak kuasai diri
Penguasapun tak indahkan diri
Ku terus tersungkur
Menyungkur melintasi duri tajam belukar
Dan tak terusik diri
Pikiran menghentakkan jurang kematian
Kapankah berakhir...
Terdiam ku terpuruk
Memasuki dunia kesendirian
Dalam keramaian
Tak kuasai diri
Penguasapun tak indahkan diri
Ku terus tersungkur
Menyungkur melintasi duri tajam belukar
Dan tak terusik diri
Pikiran menghentakkan jurang kematian
Kapankah berakhir...
Rabu, 01 Agustus 2007
Terus Menanti
Penantian yang tak kunjung tiba waktunya
Tersentak akan kejadian yang tiba-tiba
Kadang kendala bertebaran menghadang jalan
Tetapi pelintas tetap dapat melaluinya
Walau terkadang banyak yang terhenti
Tak mampu menghadapi
Dan...
Rasaku bertanya
Telah sampaikah tiba waktuku
Ku hanya bisa menanti dan berharap
Pengharap yang besar
Dan ketidakpastian penantian
Tersentak akan kejadian yang tiba-tiba
Kadang kendala bertebaran menghadang jalan
Tetapi pelintas tetap dapat melaluinya
Walau terkadang banyak yang terhenti
Tak mampu menghadapi
Dan...
Rasaku bertanya
Telah sampaikah tiba waktuku
Ku hanya bisa menanti dan berharap
Pengharap yang besar
Dan ketidakpastian penantian
Langganan:
Postingan (Atom)
