Kemenangan itu
Menjadikan ku kuat
Menjadikan ku lebih berharga
Menjadikan ku merasa tak terbuang
Aku...
Yang di sini
Menapaki bumi
Menggapai kebahagian
Memperoleh kenangan indah
Yang terus tertoreh dalam jiwa
Bersama kemenangan
Kemenangan itu
Berucap selamat tinggal padaku
Menyampaikan pesan yang sulit diungkap padaku
Dan selebihnya...
Aku bersyukur berada di sisi Sang kemenangan
Ku ucapkan terima kasih
Karena kemenangan
Ku dapat bangkit kembali tersenyum merekah
Kamis, 21 Februari 2008
Berakhir
Aku tak ingin berakhir dengan kesedihan
Melalui peristiwa tragis yang sulit terungkap
Aku ingin kebahagian
Ketenangan dalam hidup
Tanpa meninggalkan kekecewaan
Pada semua orang
Termasuk diriku sendiri
Melalui peristiwa tragis yang sulit terungkap
Aku ingin kebahagian
Ketenangan dalam hidup
Tanpa meninggalkan kekecewaan
Pada semua orang
Termasuk diriku sendiri
Sabtu, 16 Februari 2008
Kepergian Penuh Duka
Ternyata ia benar
Aku egois
Aku pengemis
Aku pesimis
Si bangsat yang tahu malu
Mencari muka hanya untuk mencari perhatian diri
Aku...
Busuk...
Pantas musnah seketika
Agar sekelilingmu tak kau sakit
Aku...
Tak ingin lagi bertemu mereka
Tak ingin lagi bercengkerama dengan mereka
Karena senyum ceria itu telah lenyap
Senyum yang ku rindu saat ini
Dengan segera ingin ku tinggalkan
Negeri yang membuatku resah
Negeri yang selalu membuatku bersedih
Negeri yang selalu membuatku sakit hati
Negeri yang tak berkesudahan saling mencurigai
Tidakkah aku dapat mensucikan diri
Tidakkah mereka menjadi bagian dalam kenangan manis hidupku
Tidakkah kepergian diriku karena keterbuangan diri yang tak berguna
Tak lagi dibutuhkan
Tak lagi diperhatikan
Selamat tinggal ku ucapkan pada hati yang suci
Sang Munafik ini akan dan ingin segera beranjak pergi
Aku egois
Aku pengemis
Aku pesimis
Si bangsat yang tahu malu
Mencari muka hanya untuk mencari perhatian diri
Aku...
Busuk...
Pantas musnah seketika
Agar sekelilingmu tak kau sakit
Aku...
Tak ingin lagi bertemu mereka
Tak ingin lagi bercengkerama dengan mereka
Karena senyum ceria itu telah lenyap
Senyum yang ku rindu saat ini
Dengan segera ingin ku tinggalkan
Negeri yang membuatku resah
Negeri yang selalu membuatku bersedih
Negeri yang selalu membuatku sakit hati
Negeri yang tak berkesudahan saling mencurigai
Tidakkah aku dapat mensucikan diri
Tidakkah mereka menjadi bagian dalam kenangan manis hidupku
Tidakkah kepergian diriku karena keterbuangan diri yang tak berguna
Tak lagi dibutuhkan
Tak lagi diperhatikan
Selamat tinggal ku ucapkan pada hati yang suci
Sang Munafik ini akan dan ingin segera beranjak pergi
Sang Pencari Cinta
Pergi dan tak kan kembali
Jauh menembus batas awan
Memecah hingar bingar dunia
Dan...
Ingin ku menjumpai-Nya
Demi menatap keelokan
Demi menghilangkan kerinduan rasa cinta ini
Rasa cinta yang terus menggelora
Namun...
Penghalang batas masih terus dirasa
Berjuang keras menghancurkannya
Menahan letih membuangnya jauh
Aku...
Sang Pencari Cinta
Terus bertanya
Sanggupkah Aku menatap Wajah Kedamaian itu?
Jauh menembus batas awan
Memecah hingar bingar dunia
Dan...
Ingin ku menjumpai-Nya
Demi menatap keelokan
Demi menghilangkan kerinduan rasa cinta ini
Rasa cinta yang terus menggelora
Namun...
Penghalang batas masih terus dirasa
Berjuang keras menghancurkannya
Menahan letih membuangnya jauh
Aku...
Sang Pencari Cinta
Terus bertanya
Sanggupkah Aku menatap Wajah Kedamaian itu?
Yang Terdalam
Ku lepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika Kau ku sayangi
Dan bila ku menanti
Pernahkah Engkau coba bermimpi
Lihatlah ku di sini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti
Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat Kau tak kembali
Kan ku kenang di hati saja
Kau
Telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga
Tiada cinta yang tersisa di jiwa
By: Peter Pan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika Kau ku sayangi
Dan bila ku menanti
Pernahkah Engkau coba bermimpi
Lihatlah ku di sini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti
Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat Kau tak kembali
Kan ku kenang di hati saja
Kau
Telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga
Tiada cinta yang tersisa di jiwa
By: Peter Pan
Jumat, 08 Februari 2008
Kehidupan Hitam
Mereka pikir si hitam itu putih
Yang layak untuk di perlakukan selayaknya penuh kesanjunan
Tapi...
Si hitam yang terus ternoda
Dan...
Dengan penuh kepayahan untuk memutihkan diri
Sang penyanjung tak mengetahui
Merekalah Sang Putih sebenarnya
Merekalah yang layak disanjung
Sedang Si Hitam...
Hanya bisa pasrah pada keadaan
Ia tak mau bertindak tuk merubah kehidupan jadi lebih baik
Ia berjuang hanya untuk mempertahankan hidup
Si hitam telah menyadari
Namun telah terhimpit keadaan
Ia tak mampu berbuat lebih
Karena ia...
Lebih hitam dari pada mereka
Pekat tak terkendali
Yang layak untuk di perlakukan selayaknya penuh kesanjunan
Tapi...
Si hitam yang terus ternoda
Dan...
Dengan penuh kepayahan untuk memutihkan diri
Sang penyanjung tak mengetahui
Merekalah Sang Putih sebenarnya
Merekalah yang layak disanjung
Sedang Si Hitam...
Hanya bisa pasrah pada keadaan
Ia tak mau bertindak tuk merubah kehidupan jadi lebih baik
Ia berjuang hanya untuk mempertahankan hidup
Si hitam telah menyadari
Namun telah terhimpit keadaan
Ia tak mampu berbuat lebih
Karena ia...
Lebih hitam dari pada mereka
Pekat tak terkendali
Terbelakang
Berharapku akan keagungan diri
Jauh pada kesesatan duniawi
Namun kehendak tak merestui
Sifat diri yang mendominasi
Membuat diri terus ternodai
Hingga jiwa tak lagi suci
Jauh pada kesesatan duniawi
Namun kehendak tak merestui
Sifat diri yang mendominasi
Membuat diri terus ternodai
Hingga jiwa tak lagi suci
Terhina
Tak pantas diri di sisinya
Tak pantas diri di hadapannya
Karena diri tak bernilai
Karena diri sangat hina
Tak pantas diri di hadapannya
Karena diri tak bernilai
Karena diri sangat hina
Berjuang dalam Kesakitan
Beruntun menuntut kenyamanan
Tak berarti kenikmatan yang disuguhkan
Aku berfikir tuk melepas masa kelam
Dengan tekun dalam bertindak
Namun...
Sang kepala menjejali kepenatan
Ia berkata jenuh akan kehidupan
Tapi...
Aku yang di sini bertekad tuk terus berjuang
Bertekad tuk terus bertindak
Jangan bertingkah
Karena kau tak tahu kapan masamu berakhir
Kau tak tahu kapan kau tak dapat lagi berjuang dalam kehidupan duniawi ini
Tak berarti kenikmatan yang disuguhkan
Aku berfikir tuk melepas masa kelam
Dengan tekun dalam bertindak
Namun...
Sang kepala menjejali kepenatan
Ia berkata jenuh akan kehidupan
Tapi...
Aku yang di sini bertekad tuk terus berjuang
Bertekad tuk terus bertindak
Jangan bertingkah
Karena kau tak tahu kapan masamu berakhir
Kau tak tahu kapan kau tak dapat lagi berjuang dalam kehidupan duniawi ini
Pesan yang Tak Tersampaikan
Kkhwatiran akn hlang dg dsrtainy tndkn
Q tlh dngar kau sbuk dlm perhelatan akbar itu
Dan..
Q pun ingin dngr kau ikut mnikmati itu klak
Bgitu pun jg aq
Qt sm2 dlm msa brjuang
Rsa suka duka sll mnyrtai
Tapi yakinla
4JJI sll mnyrtai lngkh qt.
(Maaf q tak snggup brucp dg tatapn lgsg, krn prasaan brslh q sll mnggeluti q bila tatapn q brada di atas tatapn mu)
Izinkan q tuk tidur tnang mlm ni dg trsmpaikn psan ni...
Q tlh dngar kau sbuk dlm perhelatan akbar itu
Dan..
Q pun ingin dngr kau ikut mnikmati itu klak
Bgitu pun jg aq
Qt sm2 dlm msa brjuang
Rsa suka duka sll mnyrtai
Tapi yakinla
4JJI sll mnyrtai lngkh qt.
(Maaf q tak snggup brucp dg tatapn lgsg, krn prasaan brslh q sll mnggeluti q bila tatapn q brada di atas tatapn mu)
Izinkan q tuk tidur tnang mlm ni dg trsmpaikn psan ni...
Minggu, 03 Februari 2008
Kembali Berduka
Teman...
Aku tak berdaya saat ini
Aku tak dapat berbuat apa-apa sekarang
Aku melemah
Runtuhnya pertahanan diri
Membuat ku terpuruk
Aku bersedih
Air mata menggenang
Dan ia tertahan pada suatu waktu
Sesaknya aku
Terus ku berharap
Keajaiban-Nya menghampiri
Hikmah di balik itu semua kembali
Aku tak ingin jatuh kembali ke dasar jurang hitam yang bahkan lebih hina
Aku tak berdaya saat ini
Aku tak dapat berbuat apa-apa sekarang
Aku melemah
Runtuhnya pertahanan diri
Membuat ku terpuruk
Aku bersedih
Air mata menggenang
Dan ia tertahan pada suatu waktu
Sesaknya aku
Terus ku berharap
Keajaiban-Nya menghampiri
Hikmah di balik itu semua kembali
Aku tak ingin jatuh kembali ke dasar jurang hitam yang bahkan lebih hina
Terus Hidup
Aku rasa aku sedang tidak sehat
Aku rasa aku sedang menderita
Aku rasa aku sedang berduka
Mati jatuh tersungkur
Terhina tak terelakkan
Kepala membentur bongkahan udara
Membuatnya sulit bekerja
Ia...
Yang selalu mengganggu kerjanya tubuh
Karena mungkin
Ia tak ingin lagi berada di tubuh itu
Tapi
Kehendak takdir berkata lain
Mereka harus tetap bekerja sama
Karena mereka
Aku ada di sini
Dan entah
Harus sampai kapan aku di sini...
Aku rasa aku sedang menderita
Aku rasa aku sedang berduka
Mati jatuh tersungkur
Terhina tak terelakkan
Kepala membentur bongkahan udara
Membuatnya sulit bekerja
Ia...
Yang selalu mengganggu kerjanya tubuh
Karena mungkin
Ia tak ingin lagi berada di tubuh itu
Tapi
Kehendak takdir berkata lain
Mereka harus tetap bekerja sama
Karena mereka
Aku ada di sini
Dan entah
Harus sampai kapan aku di sini...
Sabtu, 02 Februari 2008
Tumpuan Hidup
Aku ingin seperti bumi
Menyongsong matahari menjemput kehangatan
Aku ingin menjadi belalang itu
Bebas berloncatan sesuai tujuan hidupnya
Aku ingin seperti elang
Terbang mengawasi dunia luas dengan kehendak diri
Semua terlihat tak terbelenggu
Semua mandiri
Aku ingin seperti mereka
Karena mereka aku hidup
Menyongsong matahari menjemput kehangatan
Aku ingin menjadi belalang itu
Bebas berloncatan sesuai tujuan hidupnya
Aku ingin seperti elang
Terbang mengawasi dunia luas dengan kehendak diri
Semua terlihat tak terbelenggu
Semua mandiri
Aku ingin seperti mereka
Karena mereka aku hidup
Langganan:
Postingan (Atom)
