Rabu, 05 September 2007

Jelang Akhir

Maaf atas sikapku yang sangat tidak terkesan ramah menjadikan suasana terasa ganjil.
Yah itulah diri ini, yang kembali dalam masa kefuturan untuk kesekian kalinya.
Tak hendak diri bertutur akan keadaan ini karena hanya menambah beban bagi sang penerima "sampah" ini dan juga tak layak dijadikan sebagai "tong sampah".
Mungkin terbilang sangat sepele, tetapi semua itu sangat mempengaruhi sikap diri dalam usaha perbaikan dan perkembangan iman.
Diri terus merasa hina atas semua orang bahkan terkadang tak hendak diri berjumpa orang lain karena malu diri padanya.
Pernah diri mengekang diri dengan keluar hanya untuk seperlunya hanya karena diri tak pantas terhadap mereka.

Juga dalam ibadah, kenikmatanpun sangat sulit didapat.
Dan bahkan terus terdesak keinginan diri untuk mengurangi kuantitasnya.
Diri tak hendak kufur, namun diri tak dapat berbuat banyak.
Makin dilakukan terasa hanya semakin menjadi beban.
Sehingga target pencapaian diri tak tahu kemana rimbanya.

Juga diri tak dapat merasakan nikmatnya ukhuwah karena terusnya muncul prasangka diri.
Dengan berdalihku "mereka muncul di saat membutuhkan dan setelahnya pergi kembali."
Tersiksa diri akan perasaan ini, namun begitu sulit dienyahkan.

Pengharapan terus dinantikan disertai usaha perbaikan diri yang terus berjalan.