Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengalirkan nikmat-Nya, yang wajib disyukuri. Setitik dari lautan karunia-Nya meliputi seluruh alam semesta, mengisi relung-relung hati dengan kegembiraan atas sedikit pemberian dari hamparan pemberian-Nya yang sangat luas. Kenikmatan yang meletupkan kekaguman hati terhadap tanda kekuasaan-Nya.
"Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya," (Q.S. Ibrahim: 34)
"Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin," (Q.S. Luqman: 20)
Shalawat serta salam atas Muhammad, makhluk terbaik. Shalawat serta salam untukmu wahai pemimpin manusia. Shalawat serta salam atasmu wahai Nabi Islam. Semoga Allah membalas kebaikan yang engkau berikan untuk umatmu, melebihi pembalasan atas seorang nabi dari umatnya. Berikanlah barakah untuk kami dalam mengikutimu wahai pemimpin yang tak ada tandingannya. Seluruh makhluk meminta syafaatmu pada hari kiamat kelak.
"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersektukan sesuatu apapun dengan Aku." (An-Nur: 55)
Sebagai aplikasi dari perintah Allah dalam Al-Qur'an yang berbunyi, "Jika kamu bersyukur (atas nikmat-Ku), niscaya akan Aku tambah," (Q.S. Ibrahim: 7), dan sesuai dengan sabda Rasulullah s.a.w., "Barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, berarti dia tidak berterima kasih kepada Allah," maka saya merasa perlu mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya dan penghargaan sebesar-besarnya kepada orang yang telah berjasa untuk membantu dalam melaksanakan proyek besar hidup ini, perlahan menuntun pada cahaya hidayah untuk diraih demi tujuan hakiki kelak. Terlepas dari cahaya itu adalah kehendak-Nya atas umat-Nya, saya selayaknya bersyukur atas mereka yang berperan sebagai perantara-Nya dalam menunjuki jalan keselamatan, jalan yang terindah yang diridhoi-Nya, dan menuntun tuk keluar dari kegelapgulitaan menuju cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya.
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa," (Q.S. Az-Zukhruf: 67), maka saya pun berharap hubungan yang telah terjalin selama ini tidak membuat kita tercela di jalan-Nya, melainkan lebih menjadikan kita sebagai makhluk yang bertakwa kepada-Nya. Dan, pertemuan yang diharapkan kelak adalah kita sama-sama dapat saling berjumpa dalam keadaan suci nan bersahaja di suatu tempat, di syurga-Nya kelak. Semua itu diharapkan, salah satunya, karena hubungan pertemanan, persahabatan, persaudaraan yang telah terjalin selama ini.
"Dan, rahmat-Ku meliputi segala sesuatu," (Q.S. Al-A'raf: 156).
Segala aspek dalam hidup merupakan rahmat dari-Nya selagi niat suci masih tetap teguh atas-Nya. Oleh karena itu, sebagai seorang makhluk yang pernah terikat dalam satu pertalian yang tertuju karena-Nya, saya berharap keberkahan dan keridhoaan-Nya selalu memayungi diri yang taat dan cinta pada-Nya.
Mengutip taushiyah
bermakna dari Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Raudhah Al Muhibbin, "Cinta merupakan cermin bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya, ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri."
