Berat tuk melangkah
Meniti kepastian menuju ketidakpastian
Genderang juang telah ditabuh
Bertalu berteriak di muka telinga
Aku terjerit dan terus menjerit
Sakit menggigit menyerang hati
Dipaksa tuk melupakan manisnya hidup yang telah direngkuh
Terus menyusuri jalan itu
Walau kesedihan menghasi wajah
Tetaplah ku harus bertahan di hadapannya
Dan...
Bertahan dengan semangat juang baru
