Kulihat ada tanda ketegaran dalam raut mukanya yang tak lagi muda itu walau dengan sedikit erangan menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Yah, kali ini ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit ini. Ia kali ini menyerah dengan meminta pertolongan orang yang ada di sekitarnya. Selama ia hidup ia tidak pernah cerewet dengan apa yang ia peroleh, baik itu hal yang menyenangkan maupun yang menyakitkan sekalipun.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
