Aku tak akan berkata sebelum terbuka
Aku tak akan berduka karena tak bersahaja
Namun, aku akan terluka jika tak bersama
Jiwa…
Diamkanlah hati ini
Jangan biarkan diri ini mencaci maki
Jangan biarkan hati ini terus terlukai
Aku telah lelah menangisi dan meratapi
Aku hanya bisa seperti ini
Tanpa bisa menjalani
Sampaikanlah pesan ini
Walau hanya dalam mimpi
Senin, 12 Juli 2010
Kamis, 08 Juli 2010
Stuck
Aku tak dapat berkata dan bertindak saat ini
Aku terlalu bergantung pada seseorang yang membuatku tak berkutik
Aku yang terlalu berharap pada satu
Aku tak dapat membayangkan diri menjadi apa nanti
Entah…
Sampai kapan diri ini akan terus melanglang buana seperti ini
Tak dapat berpijak pada dunia nyata
Aku hanya dapat menerawang dan terus bermimpi tiada henti
Ingin ku hentakkan diri ini
Agar impianku itu segera berhenti
Namun apa daya, aku tak sanggup
Aku hanya terduduk dan tak mampu untuk menghentikan semua ini
Aku yang terus meratapi nasib diri
Tanpa seorang pun tahu akan tersiksa batin ini
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya
Aku ingin membebaskan diri dari semua kekangan yang ada
Kembali lagi, aku bermimpi
………
Ayo bangun…
Bangun….
Bangun….
Sadarkan dirimu dalam kehidupan ini
Walau kau bukan robot, tapi kau ditakdirkan untuk menjadi robot
Tersenyum walau ada sayatan perih dalam hatimu
Bekerja walau kau tak tahu apa tujuan dari yang kau lakukan
Uang, hanya seonggok yang menjadi momok dalam hidup
Tuhan, hanya kepada-Mu aku menyatakan ini semua…
Sekali lagi, tak ada yang tahu….
Aku terlalu bergantung pada seseorang yang membuatku tak berkutik
Aku yang terlalu berharap pada satu
Aku tak dapat membayangkan diri menjadi apa nanti
Entah…
Sampai kapan diri ini akan terus melanglang buana seperti ini
Tak dapat berpijak pada dunia nyata
Aku hanya dapat menerawang dan terus bermimpi tiada henti
Ingin ku hentakkan diri ini
Agar impianku itu segera berhenti
Namun apa daya, aku tak sanggup
Aku hanya terduduk dan tak mampu untuk menghentikan semua ini
Aku yang terus meratapi nasib diri
Tanpa seorang pun tahu akan tersiksa batin ini
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya
Aku ingin membebaskan diri dari semua kekangan yang ada
Kembali lagi, aku bermimpi
………
Ayo bangun…
Bangun….
Bangun….
Sadarkan dirimu dalam kehidupan ini
Walau kau bukan robot, tapi kau ditakdirkan untuk menjadi robot
Tersenyum walau ada sayatan perih dalam hatimu
Bekerja walau kau tak tahu apa tujuan dari yang kau lakukan
Uang, hanya seonggok yang menjadi momok dalam hidup
Tuhan, hanya kepada-Mu aku menyatakan ini semua…
Sekali lagi, tak ada yang tahu….
My Papa
Kulihat ada tanda ketegaran dalam raut mukanya yang tak lagi muda itu walau dengan sedikit erangan menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Yah, kali ini ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit ini. Ia kali ini menyerah dengan meminta pertolongan orang yang ada di sekitarnya. Selama ia hidup ia tidak pernah cerewet dengan apa yang ia peroleh, baik itu hal yang menyenangkan maupun yang menyakitkan sekalipun.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
My Papa
Kulihat ada tanda ketegaran dalam raut mukanya yang tak lagi muda itu walau dengan sedikit erangan menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Yah, kali ini ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit ini. Ia kali ini menyerah dengan meminta pertolongan orang yang ada di sekitarnya. Selama ia hidup ia tidak pernah cerewet dengan apa yang ia peroleh, baik itu hal yang menyenangkan maupun yang menyakitkan sekalipun.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
Ada tanda-tanda ketegaran dalam dirinya yang belum tentu dapat aku lakukan sampai dengan detik ini. Ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik dalam hidupnya. Ia yang tidak pernah berkata tidak untuk suatu permintaan bantuan, sekalipun ia dalam keadaan letih.
Kerja keras dalam hidupnya membuatnya selalu tegar dalam menghadapi masalah hidup. Aku tak sanggup lagi melihat kau terbaring di sana dengan keluhan yang kali ini tak bisa kau tahan. Kau yang biasa menahan rasa sakit, tapi untuk kali ini tidak. Aku yang tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya membuat hati ini kelu dan membucahkan rasa malu. Aku yang tak tahu cara berbakti sebagai seorang anak, hanya bisa memberi doa dan menulis sebuah catatan kecil ini. Semoga pengalaman pertamanya dalam hidup sebagai seorang pesakitan di sana lebih bisa memberinya semangat dan kekuatan yang berlipat-lipat. Dan aku yakin, ini semua pertanda Alloh sangat menyayanginya dengan mengurangi dosa-dosa yang melekat pada dirinya. Amin.
Hancur
Sudah cukup sampai di sini saja
Aku tak akan menjumpai kembali
Karena semua telah usai
Aku tak ingin kembali
Namun, aku tak bisa mengucapkan selamat tinggal
Mengapa ini terjadi
Aku tak pernah mengetahui
Sudahlah
Aku tak akan mengirimnya sebuah pesan
Pesan selamat tinggal
Karena aku tak mampu berucap
Dan
Aku tak ingin meninggalkan
Sudah cukup sampai di sini
Karena aku telah lelah menunggu
Aku tak akan menjumpai kembali
Karena semua telah usai
Aku tak ingin kembali
Namun, aku tak bisa mengucapkan selamat tinggal
Mengapa ini terjadi
Aku tak pernah mengetahui
Sudahlah
Aku tak akan mengirimnya sebuah pesan
Pesan selamat tinggal
Karena aku tak mampu berucap
Dan
Aku tak ingin meninggalkan
Sudah cukup sampai di sini
Karena aku telah lelah menunggu
Senin, 21 Juni 2010
My Pal
Baru…
Yah…
Aku baru tersadar
Kisah di balik kehidupan ini
Semua ternyata palsu
Tak ada yang dapat dipertaruhkan maupun dipertahankan
Bahkan makin menjadi-jadi dalam keluputan
Tak ada lagi
Semua memang tak ada
Karena semua semu
Tak berbekas maupun bersisa
Aku telah terhanyut
Dalam prasangka yang hanya menggembirakanku
Aku hanya berekspresi untuk ku sendiri
Aku hanya beristilah dengan seorang diri
Semua hampir mereda
Namun kembali berapi-api
Kobaran yang tak akan pernah padam
Karena memang tak berujung
Akulah penyulutnya
Maka, akulah yang harus memadamkan
Kehidupan rumit tak ku inginkan
Namun, entahlah…
Semua muncul tiba-tiba dan sulit untuk menghilang
Hanya kehendak Tuhan yang akan dijalankan dalam kehidupan
Aku tak akan berulah lagi…
Asep Pal-
Yah…
Aku baru tersadar
Kisah di balik kehidupan ini
Semua ternyata palsu
Tak ada yang dapat dipertaruhkan maupun dipertahankan
Bahkan makin menjadi-jadi dalam keluputan
Tak ada lagi
Semua memang tak ada
Karena semua semu
Tak berbekas maupun bersisa
Aku telah terhanyut
Dalam prasangka yang hanya menggembirakanku
Aku hanya berekspresi untuk ku sendiri
Aku hanya beristilah dengan seorang diri
Semua hampir mereda
Namun kembali berapi-api
Kobaran yang tak akan pernah padam
Karena memang tak berujung
Akulah penyulutnya
Maka, akulah yang harus memadamkan
Kehidupan rumit tak ku inginkan
Namun, entahlah…
Semua muncul tiba-tiba dan sulit untuk menghilang
Hanya kehendak Tuhan yang akan dijalankan dalam kehidupan
Aku tak akan berulah lagi…
Asep Pal-
Ragu
Suara Hati
Hingga sampai jeritan ini bergelora
Menyeruak dalam terbitan suara angin yang menderu
Terbenam bersamaan teriknya angin neraka
Yang makin membawa pada keresahan
Tanda
Aku tak mengerti semua ini
Aku tak mampu memahami perjalananmu
Aku bercengkrama
Dan aku tersenyum
Namun aku tak bercerita
Menatap hari adalah keindahan
Bagi sang pemimpi
Namun kegelapan bagi mereka yang buta
Aku… aku tak mengerti aku…
Aku tak memahami aku
Aku tak tahu siapa aku
Waktu mundur
Namun tak mungkin
Waktu berlari namun tak dapat dikejar
Waktu berhenti
Namun sia-sia
Aku terus memaksa
Keraguan ini terus menghilang
Aku terus berharap cahaya datang menuju kesucian
Aku tak ingin menyerah
Namun aku merasa tak sanggup
Aku tak ingin berhenti
Namun aku tak berdaya
Yah… Perjalanan ini sangat panjang
Hingga sampai jeritan ini bergelora
Menyeruak dalam terbitan suara angin yang menderu
Terbenam bersamaan teriknya angin neraka
Yang makin membawa pada keresahan
Tanda
Aku tak mengerti semua ini
Aku tak mampu memahami perjalananmu
Aku bercengkrama
Dan aku tersenyum
Namun aku tak bercerita
Menatap hari adalah keindahan
Bagi sang pemimpi
Namun kegelapan bagi mereka yang buta
Aku… aku tak mengerti aku…
Aku tak memahami aku
Aku tak tahu siapa aku
Waktu mundur
Namun tak mungkin
Waktu berlari namun tak dapat dikejar
Waktu berhenti
Namun sia-sia
Aku terus memaksa
Keraguan ini terus menghilang
Aku terus berharap cahaya datang menuju kesucian
Aku tak ingin menyerah
Namun aku merasa tak sanggup
Aku tak ingin berhenti
Namun aku tak berdaya
Yah… Perjalanan ini sangat panjang
Langganan:
Postingan (Atom)
