Minggu, 06 Januari 2008
Pupus
Awan mendung menghantar. Menutup kecerahan yang terjadi, yang telah dinanti. Dengan semaunya sang awan menumpahkan hujannya ke tanah yang akan beranjak kering. Mempelopori kemenangan atas hari yang cerah untuk kesekian kalinya. Tak tahu aku betapa jengkelnya Sinar Terang yang tak dapat memberikan hangatnya kembali. Kali ini dia termenung. Kali ini dia berkabung. Ia tak kuasa untuk itu semua. Namun ia terus berharap dan berdoa pada Sang Maha Kuasa. Agar sang angin membawa pergi awan mendung nan hitam pekat. Agar Sinar Terang kembali dapat memberikan kehangatannya kembali pada hati yang rapuh ini.
