Senin, 31 Desember 2007

Bukan Basa Basi

Teman… jangan sekali-sekali Kau biarkan sahabat di sekitarmu terdiam terpaku pada saat Kau tertawa riang dengan orang-orang di dekatmu.
***
Entah apa yang terpikir dalam pikiran. Terkadang terpikir bahwa setiap orang memiliki watak yang sangat unik, masing-masing tidak pernah memiliki sifat dan sikap yang sama persis. Maka dari itu, sangat sulit untuk mengetahui apa yang tersembunyi dari tindak tanduk seseorang. Terkadang Kau hanya dapat menduga-duga terhadap sikap “aneh” yang Ia tunjukkan. Namun mungkin Ia mempunyai pikiran lain dari sikapnya tersebut, bahkan tidak jarang kemuliaan di balik sikap yang ditunjukkan tersebut muncul pada saat akhir masa, ketika Ia tak mampu bersikap demikian lagi atau bahkan ketika Kau tak dapat melihat sikapnya tersebut karena Ia tidak lagi berada di sisimu.
Mari teman! Mari kita sama-sama membuka mata, telinga, dan yang paling penting adalah bukalah hati Kalian. Perhatikanlah teman kita walau Ia tidak untuk selalu diperhatikan atau bahkan Ia yang Kau rasa sangat tidak layak untuk diperhatikan. TIDAK… sekali-sekali TIDAK teman. Kau telah memberikan yang terbaik pada orang-orang yang dianggap layak untuk diberi. Tapi apakah Kau benar-benar tahu, Ia layak Kau beri ataukah tidak, akan perhatianmu tersebut. Marilah teman! Mari kita lihat ulang jalur yang kita lalui. Apakah semua orang pada jalur tersebut telah Kau sapa, atau setidaknya sudahkah Kau tersenyum pada mereka semua? Terkadang Kau melupakan itu, atau bahkan Kau menganggap itu sangatlah tidak penting karena hanya akan membuang-buang waktu saja. Tidak teman, sekali kau tersenyum terhadap mereka, maka mereka akan dapat menularkan pada orang lain dengan perlakuan yang lebih manis dari yang Kau lakukan terhadapnya.
Dalam menunjukkan sikap pun, jangan perlakukan orang, yang Kau anggap beda, dengan perlakuan standar, bahkan dapat dikatakan hanya basa-basi. Tidak, itu hanya dibutuhkan untuk beberapa saat saja, Teman. Karena basa-basi itu sangat nyata tampak bedanya dengan perlakuan yang benar-benar peduli ataupun perlakuan dari hati. Semua dapat membekas di hati. Tunjukkan sikap itu walau orang di sekitar tak melihat sikap indah itu. Perlakukan mereka ibarat mereka adalah sahabatmu yang benar-benar berjasa bagimu. Sikap yang tidak dibuat-buat, sikap apa adanya, sikap yang bukan hanya sekedar basa-basi belaka.Karena dengan itu, hati mereka dapat luluh, tersentuh, dan bahkan dapat kagum akan sikap itu.
Tak dapat dipungkiri kadang bahwa basa-basi telah menjadi darah daging bagi bangsa kita. Itu memang terkadang dibutuhkan. Tapi tidak di setiap waktu. Tidak di setiap tempat. Juga tidak pada setiap orang. Karena temanmu membutuhkan dirimu apa adanya. Temanmu membutuhkan dirimu yang tak menjerumuskan. Yang pastinya, temanmu membutuhkanmu.
Maka, jangan membuat Ia bingung dengan sikap palsumu. Jangan membuatnya resah ketika Ia melihat dirimu yang sebenarnya tiba-tiba muncul. Kutahu, Kau pasti lelah dengan sikap palsu itu. Maka dari itu lepaskan sayap patah itu. Karena percuma, tidak dapat dipakai lagi untuk terbang. Tidak dapat lagi memperindah penampilan. Bahkan, hanya dapat menambah beban bagi hidup mu.
Ingat, sewaktu-waktu Kau pun pasti membutuhkan mereka. Karena Kau juga adalah manusia biasa, sebagai makhluk sosial. Makhluk yang tak lekang zaman, selalu membutuhkan manusia lain untuk hidupnya. Tetapi dari semua sikapmu itu, jangan sekali-kali Kau banggakan kemaksiatanmu. Jangan Kau bangga akan aib mu. Jangan Kau bangga akan dosa mu. Hingga Kau pun membombardir semua sikap negatif mu. Dengan berdalih, inilah Aku apa adanya. Tidak selai-kali tidak. Yang perlu ditekankan adalah jangan sekali-kali Kau perlakuan orang dengan perlakuan yang berbeda-beda sesuai dengan seleramu sendiri. Tanpa perlu Kau perhatikan hatinya, tanpa perlu Kau perhatikan sifatnya, tanpa perlu Kau perhatikan sikapnya. TIDAK sekali-kali tidak Teman. Semua itu sangat tidak dibutuhkan.
Mereka saat ini membutuhkan dirimu menjadi super heronya. Menjadi orang yang selalu di sampingnya. Menjadi orang yang selalu menyapanya.
Memang ku akui itu membutuhkan energi yang tidak sedikit. Semua butuh perjuangan. Tapi ingat teman, semua hal yang dinilai oleh ALLAH adalah usaha dan proses kita menuju jalan ketakwaan. Bukan hasil. Sekali lagi ingat, BUKANLAH HASIL.
Maka jangan heran jika toh perlakuan itu menjadi cibiran orang-orang dengan berdalih “mencari muka”. Biarkan.. biarkan mereka berucap. Biarkan mereka menanggapi. Ambil sisi positif bahwa mereka telah peduli pada sikap kita yang memang berasal dari lubuk hati kita.
Selamat berjuang teman… jalan yang Kau lalui tidaklah luas, juga tidaklah sempit. Karena jalan yang Kau lalui masih sangat panjang. Laluilah setiap jalan yang memang dapat Kau lalui. Bukan yang dapat menyesatkanmu. Tapi jangan sampai Kau lupakan arahnya. Karena hanya ALLAH lah tujuan kita. Ketika kau menemukan alternatif jalan lain, silahkan lalui jalan alternatif tersebut. Tapi harus dengan tujuan yang sama. Karena semua itu dapat menambah pengalamanmu terhadap medan dakwahmu. Dapat mengetahui kondisi setiap lingkungan yang mempunyai posisi tidak “setrategis” bagi posisimu saat ini.
Mungkin mereka belum tahu indahnya “cahaya” itu teman. Maka dari itu, jangan Kau jauhi dia. Jangan Kau hinakan Dia karena keingkarannya. Bahkan jangan kau usir Ia, karena telah tidak sependapat lagi dengan mu. Karena Kau tak tahu nasibnya ke depan. Karena “cahaya”-Nya hanya akan dapat didapat dengan seizin yang Punya Cahaya pula, ALLAH swt.