Senin, 31 Desember 2007

Perjuangan Masa Lalu (2)

Perjalanan perjuangan menuju masa depanku tak berhenti sampai di situ saja. Selama ku tak tahu harus kemana dan sebelum kepastian Aku masuk ke mana, ku ikuti tes yang bisa memenuhi syarat bagiku. Dan syukur alhamdulillah di saat yang sama pula aku lulus tes di universitas kedinasan yang berbasis Matematia. Tambah bingung pula Aku jadinya. Ada tiga plihan yang telah diberi-NYA untukku. Namun untuk yang terakhir ini harus mengikuti tes selanjutnya. Tes tahap ke-dua. Dan apabila ku mengikutinya. Aku harus rela meninggalkan salah satunya. Yang belum tentu aku lulus dalam mengikuti tes ini.
***
Yah…
Kutinggalkan semua itu dengan penuh kerelaan. Allahlah yang punya rencana, manusia hanya wajib berusaha.
Ku mantapkan untuk mengambil yang telah pasti adanya. Sekolah kedinasan yang berbasis ekonomnilah yang kuambil. Yang sama sekali pada waktu di bangku sekolah tak ku hiraukan pelajaran itu.
Sangat sedikit sekali pelajaran dari perkuliahan yang ku dapat di sini. Namun aku juga harus dengan sekuat tenaga untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang, sehingga walupun tidak terlalu memuaskan, nilai ku tidak jelek-jelek banget. Minimal memenuhi syarat untuk tidak dikeluarkan karena dibawah standar nilai.
Kudapati perubahan jalan hidupku di sini. Walau dahulu ku kenal adanya jalan kehidupan indah di bangku sekolah. Tapi ruh itu belum ku dapat.
Yah..
Ruh kehidupan Islami…(seperti itulah aku menyebutnya)
Pada awalnya aku membodohi diriku sendiri. Menganggap bahwa aku egois terhadap diriku sendiri. Yang berdampak pada rusaknya semua mata kuliah ku di semester awal (yang natinya berdampak pada semester selanjutnya). Namun penghibur, penyemangat hidup, yang pastinya guru pribadi kehidupan, ku dapatkan disini. Yah… di jalan yang telah “menyesatkan” ku ini ke jalan yang menetramkan hati.
Terlepas dari semua itu. Pelajaran kehidupanlah yang banyak kudapat dijalan ini. Jalan dakwah lambat laun dapat ku kenal (walaupun sampai saat ini diri ini belum terjun bebas ke dalamnya). Namun perlahan dan pasti diri yakin untuk terjun secara penuh ke dalamnya.
***
Tak kusadari waktu berlari dengan kencangnya meninggalkanku yang terus menerus meraba jalan baru ku. Disaat orang-orang disekitarku melesat tajam. Aku masih terus meraba. Tapi dari itu semua. Aku bertekad untuk tetap berkomitmen di jalan indah ini. Jalan penuh dengan persaudaraan. Jalan penuh dengan saling mengingatkan. Jalan penuh dengan tarbiyah yang menunjang. Jalan yang penuh dengan perjuangan. Semoga idealis diri ini tak akan hilang untuk selamanya. Karena Aku yakin inilah Islamku. Agama yang sempurna, agama yang indah, yang tentunya agama yang mengarahkan manusia pada kebenaran yang hakiki, keselamatan dunia dan akhirat.